ANALISIS PENGARUH UMUR DAN MASA KERJA TERHADAP TINGKAT STRES KERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN MANDAILING NATAL
Abstract
Stres kerja merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kinerja dan kesejahteraan penyuluh pertanian dalam menjalankan tugas di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh umur dan masa kerja terhadap tingkat stres kerja penyuluh pertanian di Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda. Sampel berjumlah 55 penyuluh pertanian aktif yang dipilih melalui teknik total sampling. Variabel independen meliputi umur dan masa kerja, sedangkan variabel dependen adalah tingkat stres kerja yang diukur menggunakan kuesioner skala Likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial umur (p = 0,431) dan masa kerja (p = 0,480) tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat stres kerja. Secara simultan, model regresi juga tidak signifikan (p = 0,533) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,024. Selain itu, ditemukan adanya multikolinearitas tinggi antara variabel independen (VIF > 14). Temuan ini menunjukkan bahwa faktor demografis bukan penentu utama stres kerja penyuluh pertanian. Stres kerja lebih dipengaruhi oleh faktor psikososial dan struktural seperti beban kerja, konflik peran, dan dukungan organisasi.
