https://jurnalugn.id/index.php/statika/issue/feed STATIKA 2026-06-13T06:35:04+00:00 Statika fteknikugn@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Statika</strong> adalah jurnal&nbsp; teknik Sipil, dengan Nomor <strong>ISSN&nbsp;2541-027X (Media Cetak) </strong>dan<strong>&nbsp;ISSN 2774-9509&nbsp; (Media Online) </strong><em>&nbsp;</em>terbit dalam setahun dua kali yaitu bulan April dan September.&nbsp; &nbsp;<span class="Y2IQFc" lang="id">Artikel dapat berupa hasil penelitian, pemikiran ilmiah, atau studi kasus dengan ruang lingkup r</span>ekayasa struktur, pengembangan sumber daya air, rekayasa transportasi, geoteknik dan manajemen rekayasa konstruksi.&nbsp;<span class="Y2IQFc" lang="id">Penulis dapat menulis artikel dengan template dan mengirimkan artikel secara online dengan menggunakan sistem OJS. Segala hal yang berkaitan dengan penggunaan <em>software</em>, kutipan dan izin hak cipta yang dibuat oleh penulis artikel, dan konsekuensi hukum yang ditimbulkannya, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis artikel.</span></p> https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1784 ANALISA BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN KUSEN UPVC DENGAN KUSEN KONVENSIONAL KAYU (PEMBANGUNAN PUSKESMAS PINTU PADANG) 2026-06-11T06:34:15+00:00 Ryo Wanda ryowanda@gmail.com Mhd. Rahman Rambe ryowanda@gmail.com Rizky Febriani Pohan ryowanda@gmail.com <p><em>Dunia konstruksi semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Salah satu perkembangan kontruksi seperti pada pekerjaan pemasangan kusen yang umum dipakai adalah kusen berbahan dasar kayu namun sekarang banyak kusen berbahan dasar aluminium dan UPVC apalagi pada gedung perkantoran. Tahap pengerjaan kusen juga menjadi bagian pertimbangan terlebih sekarang beredar beberapa macam jenis kusen yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pekerjaan kusen memang sebagian kecil dari keseluruhan pekerjaan bangunan, namun pekerjaan kusen memiliki bagian estetika dari suatu gedung dan tetap perlu diperhatikan metode pengerjaan paling efisien serta memakan biaya yang tidak banyak mengingat masa pelaksanaan sudah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya dan waktu pelaksanaan serta selisih biaya pekerjaan kusen kayu dengan kusen UPVC. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pada pekerjaan kusen kayu dan kusen UPVC adalah analisa harga satuan pekerjaan. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk kusen UVPC sebesar Rp. 1.483.825.431,99 sedangkan kusen kayu sebesar Rp.687.355.401,82 serta selisih biaya antara kusen UVPC dengan kusen kayu yaitu sebesar Rp.796.470.030,00 atau persetase perbandingan sebesar 46,32 %. Waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk pekerjaan kusen UPVC dibutuhkan selama 68 hari, sedangkan waktu pelaksanaan kusen kayu selama 63 hari dengan jumlah tukang yang sama antara kedua kusen yaitu sebanyak 15 orang serta selisih waktu pelaksanaan antara kusen UVPC dengan kusen kayu yaitu sebesar 5 hari, dimana waktu pekerjaan kusen UVPC dan kusen kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan.</em></p> 2026-06-10T07:16:41+00:00 Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1785 ANALISIS PERBANDINGAN HARGA PEKERJAAN MENGGUNAKAN METODE BOW DENGAN AHSP 2022 RUANG KELAS BARU SDN 100702 DESA NAPA KEC. BATANG TORU 2026-06-11T06:33:55+00:00 Ummi Azizah Isnadi ummi@gmail.com Sahrul Harahap ummi@gmail.com Wirna Arifitriana ummi@gmail.com <p><em>Dalam pelaksanaan pekerjaan, kontraktor akan membuat rencana anggaran biaya sebagai dasar memasukkan penawaran terhadap suatu pekerjaan. Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) memerlukan koefisien atau angka indeks untuk mendapatkan analisis harga satuan untuk pekerjaan tersebut, angka indeks atau koefisien dapat diperoleh melalui Analisis BOW (Burgeslijke Openbare Werken) dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Apabila mempelajari secara mendetail tentang daftar harga satuan pekerjaan, bahan dan upah yang tertera pada analisa-analisa perhitungan harga satuan pekerjaan tersebut maka akan ada beberapa perbedaan analisa terutama pada besarnya koefisien, namun demikian masing-masing metode tersebut dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam menyusun anggaran biaya bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai perbandingan Analisa Harga Satuan Pekerjaan dengan metode perhitungan BOW dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP 2022) pada pekerjaan pembangunan ruang kelas baru SDN 100702 Desa Napa Kec. Batang Toru dan mengetahui estimasi anggaran biaya yang lebih ekonomis dari perhitungan dengan metode perhitungan BOW dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP 2022) pada pekerjaan tersebut. Dari hasil perhitungan yang dilakukan pada proyek pembangunan ruang kelas baru SDN 100702 Desa Napa Kec. Batang Toru maka diperoleh persentase selisih pada metode BOW lebih besar 8,8% dibandingkan metode AHSP 2016. Dimana hasil akhir dari perhitungan menunjukan bahwa biaya pembangunan ruang kelas baru SDN 100702 Desa Napa Kec. Batang Toru dengan menggunakan metode BOW sebesar Rp</em><em> 187.370.722,73</em><em>, sedangkan hasil estimasi biaya menggunakan metode AHSP 2016 sebesar Rp. </em><em>172.259.668,23</em><em>. Atau dengan kata lain Analisa BOW lebih mahal sebesar </em><em>Rp. 15.111.054,50 dibandingkan Analisa AHSP 2022.</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> 2026-06-10T07:25:04+00:00 Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1786 ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN KUSEN KAYU DENGAN KUSEN UPVC PEMBANGUNAN GEDUNG FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN 2026-06-11T06:33:40+00:00 Awal Ramadhan Hasibuan awalramadhan@gmail.com Ahmad Rafii awalramadhan@gmail.com Rizky Febriani Pohan awalramadhan@gmail.com <p><em>Kusen merupakan bagian dari konstruksi pada dinding bangunan yang mempunyai fungsi perletakan dan dudukan daun pintu dan daun jendela. </em><em>Salah satu contohnya pada pekerjaan pemasangan kusen, umumnya yang dipakai adalah kusen berbahan dasar kayu namun sekarang banyak kusen berbahan dasar aluminium dan UPVC</em><em>. </em><em>Pada kenyataanya, </em><em>Pembangunan Gedung Perkuliahan Baru Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan masih menggunakan kayu sebagai material kusen. Namun untuk penambahan bangunan berikutnya, pihak para pemangku kepentingan Universitas berencana menggunakan kusen UPVC mengingat kualitas kayu yang bagus sudah mulai sulit diperoleh</em> <em>dan membuat harganya semakin melambung maka</em> <em>kusen kayu beralih ke aluminium dan UPVC.</em><em> Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya dan waktu pelaksanaan serta selisih biaya pekerjaan kusen kayu dengan kusen UPVC. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pada pekerjaan kusen kayu dan kusen UPVC dengan menggunakan analisa harga satuan pekerjaan tahun 2022. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan kusen kayu sebesar</em> <em>Rp.298.114.701,34 </em><em>sedangkan untuk pekerjaan</em><em> kusen UPVC</em> <em>sebesar </em><em>Rp.</em><em> 523.160.276,17</em><em>. </em><em>Selisih biaya antara </em><em>kusen kayu dengan kusen UPVC</em><em> sebesar</em> <em>Rp.</em><em>225.045.574,83, sehingga biaya kusen UPVC lebih mahal dibandingkan dengan kusen kayu. Waktu pelaksanaan pekerjaan kusen kayu </em><em>selama </em><em>49</em><em> hari sedangkan </em><em>kusen UPVC dibutuhkan </em><em>selama </em><em>43</em><em> hari dengan jumlah tukang </em><em>yang</em><em> sama</em><em> antara kedua sama </em><em>sebanyak </em><em>10</em><em> orang</em><em>. S</em><em>elisih </em><em>waktu pelaksanaan</em><em> antara </em><em>kusen kayu </em><em>dengan </em><em>kusen UPVC </em><em>s</em><em>elama 6 hari,</em><em> dimana waktu pekerjaan </em><em>kusen </em><em>kayu</em><em> dan kusen UPVC</em><em> dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan</em><em>.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> 2026-06-10T07:31:56+00:00 Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1787 PENGARUH PENGGUNAAN PLASTIK LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PEMBUATAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON FC’18,68 MPa 2026-06-11T06:33:21+00:00 Anri Mirwan Gea anrimirwan@gmail.com Suryanti Suraja Pulungan anrimirwan@gmail.com Rizky Febriani Pohan anrimirwan@gmail.com <p><em>Beton merupakan material yang paling banyak digunakan di dunia dalam bangunan kontruksi. Beton adalah campuran yang terdiri dari agregat halus, agregat kasar, semen dan air serta dapat juga ditambah bahan tambahan yang lain dengan pembandingan tertentu. Selain itu, beton juga memiliki keistimewaan, antara lain mampu menahan daya tekan. ) Plastik yang mempunyai karakterik tahan lama, tahan korosi, isolator yang baik untuk dingin, panas, dan kedap suara, hemat energi, ekonomis, memiliki umur pakai yang panjang, dan ringan sangat berpotensi untuk digunakan dalam penggunaan agregat kasar pada beton.</em><em> Pengujian kuat tekan beton dengan penambahan LDPE sebagai pengganti sebagian agregat kasar dengan variasi campuran 2</em><em>5</em><em>% dan 50% dilakukan untuk melihat perbandingan kuat tekannya dengan kuat tekan beton normal. nilai kuat tekan beton rata-rata yaitu beton dengan variasi 25% pada umur 7 hari sebesar 10,14 MPa, Variasi 50% pada umur 7 hari sebesar 10,77m Mpa. variasi 25% pada umur 14 hari sebesar 12,99 MPa, Variasi 50% pada umur 14 hari sebesar 12,40 MPa, dan umur 28 hari variasi 25% sebesar 13,33 Mpa, Variasi 50% pada umur 28 hari sebesar </em><em>12,91</em><em> Mpa.</em></p> 2026-06-11T04:32:33+00:00 Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1788 ANALISIS KERUSAKAN RUAS JALAN MANGARAJA IMBANG KEC. PADANGSIDIMPUAN TENGGARA KOTA PADANGSIDIMPUAN 2026-06-11T06:33:02+00:00 Ali Ardiansyah Siregar aliardiansyah@gmail.com Mhd. Rahman Rambe aliardiansyah@gmail.com Rizky Febriani Pohan aliardiansyah@gmail.com <p>Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi darat sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu keharusan. Tingginya pertumbuhan lalu lintas akibat pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan masalah yang serius apabila tidak diimbangi dengan perbaikan mutu dari sarana dan prasarana jalan yang ada. Akibat kurangnya perawatan jalan terutama perawatan bahu jalan serta derainase. Selain itu, sistem drainase yang buruk menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar ketika terjadi hujan. Perkerasan lentur merupakan suatu perkerasan yang tidak tahan terhadap genangan air karena aspal bersifat getas, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan persentase kerusakan dan penanganan pemeliharaannya serta mengetahui tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan untuk peningkatan ruas Jalan Mangaraja Imbang Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Kerusakan jalan dianalisa dengan menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia sedangkan Perencanaan tebal perkerasan lentur disesuaikan dengan Metode Analisa Komponen dengan umur rencana 20 tahun. Dari hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan, yaitu: jenis kerusakan yang terjadi ada 5 macam, yaitu: Retak Memanjang (340,00<sup>2</sup>), Amblas (282,25<sup>2</sup>), Retak Buaya (104,00<sup>2</sup>), Lubang (815,25<sup>2</sup>), dan Bergelombang sedangkan luas jalan keseluruhan = 10000 m<sup>2</sup> serta yang rusak = 2550,50 m<sup>2</sup>. Jika di tinjau&nbsp; dari total total persentase kondisi jalan yang di peroleh yaitu sebesar 12, maka kriteria pemilihan penanganan yang kita gunakan adalah Pemeliharaan Rutin. Tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada Ruas Jalan Mangaraja Imbang Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, yaitu : lapisan permukaan 13 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm.</p> 2026-06-11T04:34:02+00:00 Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1789 ANALISA PELAT LANTAI KONVENSIONAL DENGAN PELAT LANTAI BONDEK TERHADAP BIAYA SERTA WAKTU PELAKSANAAN PADA GEDUNG BERTINGKAT DI KOTA PADANGSIDIMPUAN 2026-06-12T02:37:34+00:00 Faisal Aripin Siregar faisal8@gmail.com Mhd. Rahman Rambe faisal8@gmail.com Rizky Febriani Pohan faisal8@gmail.com <p><em>Prinsip dari perencanaan struktur adalah menghasilkan suatu bangunan yang efisi</em><em>e</em><em>n dan ekonomis serta mampu menahan beban dan gaya-gaya yang bekerja pada konstruksi itu sendiri</em><em>. </em><em>Dalam perkembangan dunia konstruksi sekarang ini, sangat banyak usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja, baik secara struktur maupun manajemen konstruksi. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola proyek adalah mengganti cara-cara konvensional menjadi lebih modern.</em> <em>Adapun tujuan </em><em>penelitian</em><em> ini adalah u</em><em>ntuk mengetahui </em><em>perbandingan</em><em> biaya </em><em>serta waktu pelaksanaan </em><em>pekerjaan pelat lantai konvensional dengan pelat lantai bondek.</em> <em>Jenis bangunan yang di analisa yaitu </em><em>Gedung Ruang Kelas Baru SMP Bertingkat </em><em>d</em><em>i Kota Padangsidimpuan</em><em> di desain berdasarkan Petunjuk Teknis Tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur dan analisa harga satuan pekerjaan tahun 2022. Dari hasil </em><em>analisis data diperoleh ke</em><em>simpulan, yaitu: biaya pekerjaan </em><em>pelat </em><em>konvensional </em><em>sebesar </em><em>Rp.365.511.115,35 </em><em>dan </em><em>pelat lantai </em><em>bondek </em><em>sebesar </em><em>Rp</em><em>.</em><em>315.722.879,15 </em><em>sehingga perbandingan biaya sebesar </em><em>Rp.51.788.236,20 dengan luas lantai </em><em>yang sama </em><em>sebes</em><em>a</em><em>r 223,09 m<sup>2</sup>.</em><em> Untuk w</em><em>aktu pelaksanaan pelat konvensional selama </em><em>34</em><em> hari </em><em>dan </em><em>pelat bondek selama </em><em>32</em><em> hari sehingga </em><em>diperoleh perbandingan</em><em> waktu pelaksanaan</em><em> selama 2</em><em> hari</em> <em>dengan luas lantai sebes</em><em>a</em><em>r 223,09 m<sup>2</sup></em><em>.</em><em> Jika ditinjau dari segi biaya maka konstruksi pekerjaan pelat lantai bondek lebih efisien dibandingkan dengan pelat lantai konvensional, tetapi pengadaan bahan material yang menjadi kendala harus dilakukan dengan partai besar. Jika ditinjau dari waktu pelaksanaannya, maka konstruksi pekerjaan pelat lantai bondek lebih efisien dibandingkan dengan pelat lantai konvensional. Akan tetapi, pengadaan bahan material yang menjadi kendala karena pembelian harus dilakukan dengan partai besar untuk mengimbangi biaya pengangkutan. </em></p> 2026-06-12T02:37:34+00:00 Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1790 ANALISA KUAT TEKAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN SEDIMEN BENDUNGAN BATANG ILUNG DESA SIBAGASI KECAMATAN PADANG BOLAK KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN 2026-06-12T02:39:00+00:00 Ibnu Maulana Qalam ibnuqalam@gmail.com Suryanti Suraja ibnuqalam@gmail.com Nurhasana Siregar ibnuqalam@gmail.com <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan sedimen Bendungan Batang Ilung sebagai substitusi sebagian semen terhadap kuat tekan paving block. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi kadar sedimen sebesar 0%, 20%, dan 30%. Benda uji dibuat berukuran 20 cm × 10 cm × 6 cm, kemudian dilakukan proses perawatan dan pengujian pada umur 7, 14, dan 28 hari. Parameter yang dianalisis meliputi kuat tekan, gradasi agregat, dan kadar lumpur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pasir normal memiliki nilai modulus kehalusan sebesar 2,48 yang tergolong dalam Zona II sehingga memenuhi kriteria sebagai agregat halus, sedangkan sedimen memiliki nilai modulus kehalusan sebesar 1,06 yang menunjukkan karakteristik material sangat halus. Penggunaan sedimen dalam campuran terbukti mempengaruhi nilai kuat tekan paving block. Peningkatan persentase sedimen cenderung menurunkan kuat tekan akibat berkurangnya daya ikat antar partikel, namun pada komposisi tertentu sedimen dapat berfungsi sebagai filler yang meningkatkan kepadatan campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sedimen dalam proporsi terbatas masih mampu menghasilkan paving block dengan mutu yang memenuhi standar. Temuan ini mengindikasikan bahwa sedimen Bendungan Batang Ilung berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif dalam konstruksi, sekaligus mendukung konsep efisiensi sumber daya dan pembangunan berkelanjutan.</em></p> 2026-06-12T02:39:00+00:00 Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1791 ANALISA PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BOW DENGAN AHSP 2016 PADA PEMBANGUNAN RUANG PERPUSTAKAAN SD NEGERI 100480 AEK HARUAYA KEC. DOLOK KAB. PADANG LAWAS UTARA 2026-06-13T06:35:04+00:00 Hanriansah Maulana hanriansah@gmail.com Sahrul Harahap hanriansah@gmail.com Wirna Arifitriana hanriansah@gmail.com <p><em>Perkiraan biaya atau estimasi biaya sangatlah penting didalam sebuah proyek sehingga perlu direncanakan suatu rancangan atau estimasi anggaran biaya yang baik dalam pelaksanaan pekerjaan. Estimasi biaya awal digunakan untuk studi kelayakan, alternatif desain yang mungkin, dan pemilihan desain yang optimal untuk sebuah proyek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah selisih biaya dan anggaran, serta menentukan manakah metode yang lebih efesien digunakan Pada proyek pembangunan Ruang Perpustakaan SD Negeri 100480 Aek Haruaya Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara. Dalam penyusunan anggaran biaya maka diperlukan data - data yang mendukung diantaranya adalah gambar, daftar harga bahan dan upah pada daerah penelitian, serta daftar volume pekerjaan. Dari hasil perhitungan yang dilakukan pada proyek pembangunan Ruang Perpustakaan SD Negeri 100480 Aek Haruaya Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara maka diperoleh persentase selisih pada metode BOW lebih besar 10,40% dibandingkan metode AHSP 2016. Dimana hasil akhir dari perhitungan menunjukan bahwa biaya Pembangunan Ruang Perpustakaan SD Negeri 100480 Aek Haruaya Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara dengan menggunakan metode BOW sebesar Rp</em><em> 223</em>.487.014,45<em>, sedangkan hasil estimasi biaya menggunakan metode AHSP 2016 sebesar Rp. </em><em>202.439.859,33</em><em>.</em></p> 2026-06-12T02:40:56+00:00 Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1792 EVALUASI KEBUTUHAN AIR BERSIH DESA SIMATOHIR BATU BOLA KEC. ANGKOLA JULU KOTA PADANGSIDIMPUAN 2026-06-13T06:34:45+00:00 Riswan Efendi riswanefendi868@gmail.com Amran Juniardi Nasution riswanefendi868@gmail.com Rizky Febriani Pohan riswanefendi868@gmail.com <p><em>Ketersediaan air bersih sangat penting bagi kebutuhan</em> <em>hidup manusia</em><em>. Produksi air bersih </em><em>membantu</em><em> memenuhi kebutuhan air masyarakat, </em><em>fasilitas</em><em> sosial dan ekonomi seiring dengan bertambahnya jumlah </em><em>fasilitas</em><em> dan jumlah penduduk.</em> <em>Ketersediaan air bersih di Desa Simatohir Batu Bola Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan belum maksimal. Sehingga perlu dilakukan evaluasi kebutuhan air bersih di Desa Simatohir Batu Bola Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan. Tujuannya adalah untuk mengetahui kebutuhan air bersih&nbsp; berdasarkan jumlah penduduk Desa Simatohir Batu Bola Kec. Angkola Julu Kota Padangsidimpuan 10 tahun ke depan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air bersih Desa Simatohir Batu Bola Kec. Angkola Julu Kota Padangsidimpuan pada tahun 2024 sampai 2034. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, studi pustaka, dan metode analisa. Penentuan jumlah penduduk menggunakan pendekatan geometri, arithmatika, dan eksponensial. Sedangkan penentuan kebutuhan air bersih yang digunakan sesuai dengan standar PU dan SNI. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Kebutuhan air bersih pada saat normal berdasarkan jumlah penduduk Desa Simatohir Batu Bola Kec. Angkola Julu Kota Padangsidimpuan 10 tahun ke depan adalah 0,83</em><em>5</em><em> L/detik. Sedangkan kebutuhan air bersih sesuai standar PU dan SNI berdasarkan jumlah penduduk Desa Simatohir Batu Bola Kec. Angkola Julu Kota Padangsidimpuan 10 tahun ke depan masing-masing sebesar 25.4</em><em>3</em><em>0,550 m<sup>3</sup>/tahun dan 38.</em><em>14</em><em>5,825 m<sup>3</sup>/tahun. Kebutuhan air harian maksimum dan kebutuhan air pada saat jam puncak yang diperoleh 10 tahun ke depan masing-masing sebesar 0,91</em><em>8</em><em> L/detik dan 1,2</em><em>52</em><em> L/detik. Dengan demikian, produksi air bersih di Desa Simatohir mencukupi untuk 10 tahun ke depan.</em></p> 2026-06-12T02:42:36+00:00 Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1793 ANALISIS PERBANDINGAN HARGA PEKERJAAN MENGGUNAKAN METODE BOW DENGAN AHSP 2022 PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN SDN 100605 SITAMPA SIMATORAS KEC. BATANG ANGKOLA 2026-06-13T06:34:26+00:00 Sri Wahyuni sriwahyuni@gmail.com Sahrul Harahap sriwahyuni@gmail.com Wirna Arifitriana sriwahyuni@gmail.com <p><em>Proyek dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yakni proyek konstruksi bangunan gedung dan proyek konstruksi bangunan sipil. Pada proyek konstruksi bangunan gedung meliputi rumah, kantor, pabrik, dan sebagainya, dengan karakteristik sebagai tempat tinggal atau tempat bekerja. Seorang kontraktor / pelaksana proyek berusaha untuk mendapatkan nilai keuntungan sebesar mungkin begitu pula bagi seorang owner / pemilik modal yang berusaha untuk mendapakat nilai / biaya proyek konstruksi seminimal mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah selisih biaya dan anggaran, serta menentukan manakah metode yang lebih efesien digunakan Pada proyek pembangunan Perpustakaan SD Negeri 100605 Sitampa Simatoras Kec. Batang Angkola Kab. Tapanuli Selatan. Dalam penyusunan anggaran biaya maka diperlukan data - data yang mendukung diantaranya adalah gambar, daftar harga bahan dan upah pada daerah penelitian, serta daftar volume pekerjaan. Dari hasil perhitungan yang dilakukan pada proyek pembangunan Perpustakaan SD Negeri 100605 Sitampa Simatoras Kec. Batang Angkola Kab. Tapanuli Selatan maka diperoleh persentase selisih pada metode BOW lebih besar 8,2%</em> <em>dibandingkan metode AHSP 2022. Dimana hasil akhir dari perhitungan menunjukan bahwa biaya pembangunan Perpustakaan SD Negeri 100605 Sitampa Simatoras Kec. Batang Angkola Kab. Tapanuli Selatan dengan menggunakan metode BOW sebesar Rp</em> 172.55.827,62<em>, sedangkan hasil estimasi biaya menggunakan metode AHSP 2022 sebesar Rp. </em>159.481.705,43<em>.</em></p> 2026-06-12T02:44:28+00:00 Copyright (c) 2026 STATIKA