STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika <p><strong>Statika</strong> adalah jurnal&nbsp; teknik Sipil, dengan Nomor <strong>ISSN&nbsp;2541-027X (Media Cetak) </strong>dan<strong>&nbsp;ISSN 2774-9509&nbsp; (Media Online) </strong><em>&nbsp;</em>terbit dalam setahun dua kali yaitu bulan April dan September.&nbsp; &nbsp;<span class="Y2IQFc" lang="id">Artikel dapat berupa hasil penelitian, pemikiran ilmiah, atau studi kasus dengan ruang lingkup r</span>ekayasa struktur, pengembangan sumber daya air, rekayasa transportasi, geoteknik dan manajemen rekayasa konstruksi.&nbsp;<span class="Y2IQFc" lang="id">Penulis dapat menulis artikel dengan template dan mengirimkan artikel secara online dengan menggunakan sistem OJS. Segala hal yang berkaitan dengan penggunaan <em>software</em>, kutipan dan izin hak cipta yang dibuat oleh penulis artikel, dan konsekuensi hukum yang ditimbulkannya, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis artikel.</span></p> en-US fteknikugn@gmail.com (Statika) fteknikugn@gmail.com (Alwendi, S.Kom, M.Kom) Thu, 04 Jun 2026 02:48:18 +0000 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISA BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN KUSEN UPVC DENGAN KUSEN KONVENSIONAL KAYU (PEMBANGUNAN PUSKESMAS PINTU PADANG) https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1784 <p><em>Dunia konstruksi semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Salah satu perkembangan kontruksi seperti pada pekerjaan pemasangan kusen yang umum dipakai adalah kusen berbahan dasar kayu namun sekarang banyak kusen berbahan dasar aluminium dan UPVC apalagi pada gedung perkantoran. Tahap pengerjaan kusen juga menjadi bagian pertimbangan terlebih sekarang beredar beberapa macam jenis kusen yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pekerjaan kusen memang sebagian kecil dari keseluruhan pekerjaan bangunan, namun pekerjaan kusen memiliki bagian estetika dari suatu gedung dan tetap perlu diperhatikan metode pengerjaan paling efisien serta memakan biaya yang tidak banyak mengingat masa pelaksanaan sudah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya dan waktu pelaksanaan serta selisih biaya pekerjaan kusen kayu dengan kusen UPVC. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pada pekerjaan kusen kayu dan kusen UPVC adalah analisa harga satuan pekerjaan. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk kusen UVPC sebesar Rp. 1.483.825.431,99 sedangkan kusen kayu sebesar Rp.687.355.401,82 serta selisih biaya antara kusen UVPC dengan kusen kayu yaitu sebesar Rp.796.470.030,00 atau persetase perbandingan sebesar 46,32 %. Waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk pekerjaan kusen UPVC dibutuhkan selama 68 hari, sedangkan waktu pelaksanaan kusen kayu selama 63 hari dengan jumlah tukang yang sama antara kedua kusen yaitu sebanyak 15 orang serta selisih waktu pelaksanaan antara kusen UVPC dengan kusen kayu yaitu sebesar 5 hari, dimana waktu pekerjaan kusen UVPC dan kusen kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan.</em></p> Ryo Wanda, Mhd. Rahman Rambe, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1784 Wed, 10 Jun 2026 07:16:41 +0000 ANALISIS PERBANDINGAN HARGA PEKERJAAN MENGGUNAKAN METODE BOW DENGAN AHSP 2022 RUANG KELAS BARU SDN 100702 DESA NAPA KEC. BATANG TORU https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1785 <p><em>Dalam pelaksanaan pekerjaan, kontraktor akan membuat rencana anggaran biaya sebagai dasar memasukkan penawaran terhadap suatu pekerjaan. Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) memerlukan koefisien atau angka indeks untuk mendapatkan analisis harga satuan untuk pekerjaan tersebut, angka indeks atau koefisien dapat diperoleh melalui Analisis BOW (Burgeslijke Openbare Werken) dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Apabila mempelajari secara mendetail tentang daftar harga satuan pekerjaan, bahan dan upah yang tertera pada analisa-analisa perhitungan harga satuan pekerjaan tersebut maka akan ada beberapa perbedaan analisa terutama pada besarnya koefisien, namun demikian masing-masing metode tersebut dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam menyusun anggaran biaya bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai perbandingan Analisa Harga Satuan Pekerjaan dengan metode perhitungan BOW dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP 2022) pada pekerjaan pembangunan ruang kelas baru SDN 100702 Desa Napa Kec. Batang Toru dan mengetahui estimasi anggaran biaya yang lebih ekonomis dari perhitungan dengan metode perhitungan BOW dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP 2022) pada pekerjaan tersebut. Dari hasil perhitungan yang dilakukan pada proyek pembangunan ruang kelas baru SDN 100702 Desa Napa Kec. Batang Toru maka diperoleh persentase selisih pada metode BOW lebih besar 8,8% dibandingkan metode AHSP 2016. Dimana hasil akhir dari perhitungan menunjukan bahwa biaya pembangunan ruang kelas baru SDN 100702 Desa Napa Kec. Batang Toru dengan menggunakan metode BOW sebesar Rp</em><em> 187.370.722,73</em><em>, sedangkan hasil estimasi biaya menggunakan metode AHSP 2016 sebesar Rp. </em><em>172.259.668,23</em><em>. Atau dengan kata lain Analisa BOW lebih mahal sebesar </em><em>Rp. 15.111.054,50 dibandingkan Analisa AHSP 2022.</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Ummi Azizah Isnadi, Sahrul Harahap , Wirna Arifitriana Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1785 Wed, 10 Jun 2026 07:25:04 +0000 ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN KUSEN KAYU DENGAN KUSEN UPVC PEMBANGUNAN GEDUNG FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1786 <p><em>Kusen merupakan bagian dari konstruksi pada dinding bangunan yang mempunyai fungsi perletakan dan dudukan daun pintu dan daun jendela. </em><em>Salah satu contohnya pada pekerjaan pemasangan kusen, umumnya yang dipakai adalah kusen berbahan dasar kayu namun sekarang banyak kusen berbahan dasar aluminium dan UPVC</em><em>. </em><em>Pada kenyataanya, </em><em>Pembangunan Gedung Perkuliahan Baru Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan masih menggunakan kayu sebagai material kusen. Namun untuk penambahan bangunan berikutnya, pihak para pemangku kepentingan Universitas berencana menggunakan kusen UPVC mengingat kualitas kayu yang bagus sudah mulai sulit diperoleh</em> <em>dan membuat harganya semakin melambung maka</em> <em>kusen kayu beralih ke aluminium dan UPVC.</em><em> Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya dan waktu pelaksanaan serta selisih biaya pekerjaan kusen kayu dengan kusen UPVC. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pada pekerjaan kusen kayu dan kusen UPVC dengan menggunakan analisa harga satuan pekerjaan tahun 2022. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan kusen kayu sebesar</em> <em>Rp.298.114.701,34 </em><em>sedangkan untuk pekerjaan</em><em> kusen UPVC</em> <em>sebesar </em><em>Rp.</em><em> 523.160.276,17</em><em>. </em><em>Selisih biaya antara </em><em>kusen kayu dengan kusen UPVC</em><em> sebesar</em> <em>Rp.</em><em>225.045.574,83, sehingga biaya kusen UPVC lebih mahal dibandingkan dengan kusen kayu. Waktu pelaksanaan pekerjaan kusen kayu </em><em>selama </em><em>49</em><em> hari sedangkan </em><em>kusen UPVC dibutuhkan </em><em>selama </em><em>43</em><em> hari dengan jumlah tukang </em><em>yang</em><em> sama</em><em> antara kedua sama </em><em>sebanyak </em><em>10</em><em> orang</em><em>. S</em><em>elisih </em><em>waktu pelaksanaan</em><em> antara </em><em>kusen kayu </em><em>dengan </em><em>kusen UPVC </em><em>s</em><em>elama 6 hari,</em><em> dimana waktu pekerjaan </em><em>kusen </em><em>kayu</em><em> dan kusen UPVC</em><em> dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan</em><em>.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Awal Ramadhan Hasibuan, Ahmad Rafii, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1786 Wed, 10 Jun 2026 07:31:56 +0000 PENGARUH PENGGUNAAN PLASTIK LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR PEMBUATAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON FC’18,68 MPa https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1787 <p><em>Beton merupakan material yang paling banyak digunakan di dunia dalam bangunan kontruksi. Beton adalah campuran yang terdiri dari agregat halus, agregat kasar, semen dan air serta dapat juga ditambah bahan tambahan yang lain dengan pembandingan tertentu. Selain itu, beton juga memiliki keistimewaan, antara lain mampu menahan daya tekan. ) Plastik yang mempunyai karakterik tahan lama, tahan korosi, isolator yang baik untuk dingin, panas, dan kedap suara, hemat energi, ekonomis, memiliki umur pakai yang panjang, dan ringan sangat berpotensi untuk digunakan dalam penggunaan agregat kasar pada beton.</em><em> Pengujian kuat tekan beton dengan penambahan LDPE sebagai pengganti sebagian agregat kasar dengan variasi campuran 2</em><em>5</em><em>% dan 50% dilakukan untuk melihat perbandingan kuat tekannya dengan kuat tekan beton normal. nilai kuat tekan beton rata-rata yaitu beton dengan variasi 25% pada umur 7 hari sebesar 10,14 MPa, Variasi 50% pada umur 7 hari sebesar 10,77m Mpa. variasi 25% pada umur 14 hari sebesar 12,99 MPa, Variasi 50% pada umur 14 hari sebesar 12,40 MPa, dan umur 28 hari variasi 25% sebesar 13,33 Mpa, Variasi 50% pada umur 28 hari sebesar </em><em>12,91</em><em> Mpa.</em></p> Anri Mirwan Gea, Suryanti Suraja Pulungan, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1787 Thu, 11 Jun 2026 04:32:33 +0000 ANALISIS KERUSAKAN RUAS JALAN MANGARAJA IMBANG KEC. PADANGSIDIMPUAN TENGGARA KOTA PADANGSIDIMPUAN https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1788 <p>Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi darat sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu keharusan. Tingginya pertumbuhan lalu lintas akibat pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan masalah yang serius apabila tidak diimbangi dengan perbaikan mutu dari sarana dan prasarana jalan yang ada. Akibat kurangnya perawatan jalan terutama perawatan bahu jalan serta derainase. Selain itu, sistem drainase yang buruk menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar ketika terjadi hujan. Perkerasan lentur merupakan suatu perkerasan yang tidak tahan terhadap genangan air karena aspal bersifat getas, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan persentase kerusakan dan penanganan pemeliharaannya serta mengetahui tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan untuk peningkatan ruas Jalan Mangaraja Imbang Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Kerusakan jalan dianalisa dengan menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia sedangkan Perencanaan tebal perkerasan lentur disesuaikan dengan Metode Analisa Komponen dengan umur rencana 20 tahun. Dari hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan, yaitu: jenis kerusakan yang terjadi ada 5 macam, yaitu: Retak Memanjang (340,00<sup>2</sup>), Amblas (282,25<sup>2</sup>), Retak Buaya (104,00<sup>2</sup>), Lubang (815,25<sup>2</sup>), dan Bergelombang sedangkan luas jalan keseluruhan = 10000 m<sup>2</sup> serta yang rusak = 2550,50 m<sup>2</sup>. Jika di tinjau&nbsp; dari total total persentase kondisi jalan yang di peroleh yaitu sebesar 12, maka kriteria pemilihan penanganan yang kita gunakan adalah Pemeliharaan Rutin. Tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada Ruas Jalan Mangaraja Imbang Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, yaitu : lapisan permukaan 13 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm.</p> Ali Ardiansyah Siregar, Mhd. Rahman Rambe, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1788 Thu, 11 Jun 2026 04:34:02 +0000 ANALISA PELAT LANTAI KONVENSIONAL DENGAN PELAT LANTAI BONDEK TERHADAP BIAYA SERTA WAKTU PELAKSANAAN PADA GEDUNG BERTINGKAT DI KOTA PADANGSIDIMPUAN https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1789 <p><em>Prinsip dari perencanaan struktur adalah menghasilkan suatu bangunan yang efisi</em><em>e</em><em>n dan ekonomis serta mampu menahan beban dan gaya-gaya yang bekerja pada konstruksi itu sendiri</em><em>. </em><em>Dalam perkembangan dunia konstruksi sekarang ini, sangat banyak usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja, baik secara struktur maupun manajemen konstruksi. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola proyek adalah mengganti cara-cara konvensional menjadi lebih modern.</em> <em>Adapun tujuan </em><em>penelitian</em><em> ini adalah u</em><em>ntuk mengetahui </em><em>perbandingan</em><em> biaya </em><em>serta waktu pelaksanaan </em><em>pekerjaan pelat lantai konvensional dengan pelat lantai bondek.</em> <em>Jenis bangunan yang di analisa yaitu </em><em>Gedung Ruang Kelas Baru SMP Bertingkat </em><em>d</em><em>i Kota Padangsidimpuan</em><em> di desain berdasarkan Petunjuk Teknis Tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur dan analisa harga satuan pekerjaan tahun 2022. Dari hasil </em><em>analisis data diperoleh ke</em><em>simpulan, yaitu: biaya pekerjaan </em><em>pelat </em><em>konvensional </em><em>sebesar </em><em>Rp.365.511.115,35 </em><em>dan </em><em>pelat lantai </em><em>bondek </em><em>sebesar </em><em>Rp</em><em>.</em><em>315.722.879,15 </em><em>sehingga perbandingan biaya sebesar </em><em>Rp.51.788.236,20 dengan luas lantai </em><em>yang sama </em><em>sebes</em><em>a</em><em>r 223,09 m<sup>2</sup>.</em><em> Untuk w</em><em>aktu pelaksanaan pelat konvensional selama </em><em>34</em><em> hari </em><em>dan </em><em>pelat bondek selama </em><em>32</em><em> hari sehingga </em><em>diperoleh perbandingan</em><em> waktu pelaksanaan</em><em> selama 2</em><em> hari</em> <em>dengan luas lantai sebes</em><em>a</em><em>r 223,09 m<sup>2</sup></em><em>.</em><em> Jika ditinjau dari segi biaya maka konstruksi pekerjaan pelat lantai bondek lebih efisien dibandingkan dengan pelat lantai konvensional, tetapi pengadaan bahan material yang menjadi kendala harus dilakukan dengan partai besar. Jika ditinjau dari waktu pelaksanaannya, maka konstruksi pekerjaan pelat lantai bondek lebih efisien dibandingkan dengan pelat lantai konvensional. Akan tetapi, pengadaan bahan material yang menjadi kendala karena pembelian harus dilakukan dengan partai besar untuk mengimbangi biaya pengangkutan. </em></p> Faisal Aripin Siregar , Mhd. Rahman Rambe, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1789 Fri, 12 Jun 2026 02:37:34 +0000 ANALISA KUAT TEKAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN SEDIMEN BENDUNGAN BATANG ILUNG DESA SIBAGASI KECAMATAN PADANG BOLAK KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1790 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan sedimen Bendungan Batang Ilung sebagai substitusi sebagian semen terhadap kuat tekan paving block. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi kadar sedimen sebesar 0%, 20%, dan 30%. Benda uji dibuat berukuran 20 cm × 10 cm × 6 cm, kemudian dilakukan proses perawatan dan pengujian pada umur 7, 14, dan 28 hari. Parameter yang dianalisis meliputi kuat tekan, gradasi agregat, dan kadar lumpur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pasir normal memiliki nilai modulus kehalusan sebesar 2,48 yang tergolong dalam Zona II sehingga memenuhi kriteria sebagai agregat halus, sedangkan sedimen memiliki nilai modulus kehalusan sebesar 1,06 yang menunjukkan karakteristik material sangat halus. Penggunaan sedimen dalam campuran terbukti mempengaruhi nilai kuat tekan paving block. Peningkatan persentase sedimen cenderung menurunkan kuat tekan akibat berkurangnya daya ikat antar partikel, namun pada komposisi tertentu sedimen dapat berfungsi sebagai filler yang meningkatkan kepadatan campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sedimen dalam proporsi terbatas masih mampu menghasilkan paving block dengan mutu yang memenuhi standar. Temuan ini mengindikasikan bahwa sedimen Bendungan Batang Ilung berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif dalam konstruksi, sekaligus mendukung konsep efisiensi sumber daya dan pembangunan berkelanjutan.</em></p> Ibnu Maulana Qalam, Suryanti Suraja, Nurhasana Siregar Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1790 Fri, 12 Jun 2026 02:39:00 +0000 ANALISA PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE BOW DENGAN AHSP 2016 PADA PEMBANGUNAN RUANG PERPUSTAKAAN SD NEGERI 100480 AEK HARUAYA KEC. DOLOK KAB. PADANG LAWAS UTARA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1791 <p><em>Perkiraan biaya atau estimasi biaya sangatlah penting didalam sebuah proyek sehingga perlu direncanakan suatu rancangan atau estimasi anggaran biaya yang baik dalam pelaksanaan pekerjaan. Estimasi biaya awal digunakan untuk studi kelayakan, alternatif desain yang mungkin, dan pemilihan desain yang optimal untuk sebuah proyek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah selisih biaya dan anggaran, serta menentukan manakah metode yang lebih efesien digunakan Pada proyek pembangunan Ruang Perpustakaan SD Negeri 100480 Aek Haruaya Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara. Dalam penyusunan anggaran biaya maka diperlukan data - data yang mendukung diantaranya adalah gambar, daftar harga bahan dan upah pada daerah penelitian, serta daftar volume pekerjaan. Dari hasil perhitungan yang dilakukan pada proyek pembangunan Ruang Perpustakaan SD Negeri 100480 Aek Haruaya Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara maka diperoleh persentase selisih pada metode BOW lebih besar 10,40% dibandingkan metode AHSP 2016. Dimana hasil akhir dari perhitungan menunjukan bahwa biaya Pembangunan Ruang Perpustakaan SD Negeri 100480 Aek Haruaya Kec. Dolok Kab. Padang Lawas Utara dengan menggunakan metode BOW sebesar Rp</em><em> 223</em>.487.014,45<em>, sedangkan hasil estimasi biaya menggunakan metode AHSP 2016 sebesar Rp. </em><em>202.439.859,33</em><em>.</em></p> Hanriansah Maulana , Sahrul Harahap, Wirna Arifitriana Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1791 Fri, 12 Jun 2026 02:40:56 +0000 EVALUASI KEBUTUHAN AIR BERSIH DESA SIMATOHIR BATU BOLA KEC. ANGKOLA JULU KOTA PADANGSIDIMPUAN https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1792 <p><em>Ketersediaan air bersih sangat penting bagi kebutuhan</em> <em>hidup manusia</em><em>. Produksi air bersih </em><em>membantu</em><em> memenuhi kebutuhan air masyarakat, </em><em>fasilitas</em><em> sosial dan ekonomi seiring dengan bertambahnya jumlah </em><em>fasilitas</em><em> dan jumlah penduduk.</em> <em>Ketersediaan air bersih di Desa Simatohir Batu Bola Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan belum maksimal. Sehingga perlu dilakukan evaluasi kebutuhan air bersih di Desa Simatohir Batu Bola Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan. Tujuannya adalah untuk mengetahui kebutuhan air bersih&nbsp; berdasarkan jumlah penduduk Desa Simatohir Batu Bola Kec. Angkola Julu Kota Padangsidimpuan 10 tahun ke depan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air bersih Desa Simatohir Batu Bola Kec. Angkola Julu Kota Padangsidimpuan pada tahun 2024 sampai 2034. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, studi pustaka, dan metode analisa. Penentuan jumlah penduduk menggunakan pendekatan geometri, arithmatika, dan eksponensial. Sedangkan penentuan kebutuhan air bersih yang digunakan sesuai dengan standar PU dan SNI. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Kebutuhan air bersih pada saat normal berdasarkan jumlah penduduk Desa Simatohir Batu Bola Kec. Angkola Julu Kota Padangsidimpuan 10 tahun ke depan adalah 0,83</em><em>5</em><em> L/detik. Sedangkan kebutuhan air bersih sesuai standar PU dan SNI berdasarkan jumlah penduduk Desa Simatohir Batu Bola Kec. Angkola Julu Kota Padangsidimpuan 10 tahun ke depan masing-masing sebesar 25.4</em><em>3</em><em>0,550 m<sup>3</sup>/tahun dan 38.</em><em>14</em><em>5,825 m<sup>3</sup>/tahun. Kebutuhan air harian maksimum dan kebutuhan air pada saat jam puncak yang diperoleh 10 tahun ke depan masing-masing sebesar 0,91</em><em>8</em><em> L/detik dan 1,2</em><em>52</em><em> L/detik. Dengan demikian, produksi air bersih di Desa Simatohir mencukupi untuk 10 tahun ke depan.</em></p> Riswan Efendi, Amran Juniardi Nasution, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1792 Fri, 12 Jun 2026 02:42:36 +0000 ANALISIS PERBANDINGAN HARGA PEKERJAAN MENGGUNAKAN METODE BOW DENGAN AHSP 2022 PEMBANGUNAN PERPUSTAKAAN SDN 100605 SITAMPA SIMATORAS KEC. BATANG ANGKOLA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1793 <p><em>Proyek dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yakni proyek konstruksi bangunan gedung dan proyek konstruksi bangunan sipil. Pada proyek konstruksi bangunan gedung meliputi rumah, kantor, pabrik, dan sebagainya, dengan karakteristik sebagai tempat tinggal atau tempat bekerja. Seorang kontraktor / pelaksana proyek berusaha untuk mendapatkan nilai keuntungan sebesar mungkin begitu pula bagi seorang owner / pemilik modal yang berusaha untuk mendapakat nilai / biaya proyek konstruksi seminimal mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah selisih biaya dan anggaran, serta menentukan manakah metode yang lebih efesien digunakan Pada proyek pembangunan Perpustakaan SD Negeri 100605 Sitampa Simatoras Kec. Batang Angkola Kab. Tapanuli Selatan. Dalam penyusunan anggaran biaya maka diperlukan data - data yang mendukung diantaranya adalah gambar, daftar harga bahan dan upah pada daerah penelitian, serta daftar volume pekerjaan. Dari hasil perhitungan yang dilakukan pada proyek pembangunan Perpustakaan SD Negeri 100605 Sitampa Simatoras Kec. Batang Angkola Kab. Tapanuli Selatan maka diperoleh persentase selisih pada metode BOW lebih besar 8,2%</em> <em>dibandingkan metode AHSP 2022. Dimana hasil akhir dari perhitungan menunjukan bahwa biaya pembangunan Perpustakaan SD Negeri 100605 Sitampa Simatoras Kec. Batang Angkola Kab. Tapanuli Selatan dengan menggunakan metode BOW sebesar Rp</em> 172.55.827,62<em>, sedangkan hasil estimasi biaya menggunakan metode AHSP 2022 sebesar Rp. </em>159.481.705,43<em>.</em></p> Sri Wahyuni, Sahrul Harahap, Wirna Arifitriana Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1793 Fri, 12 Jun 2026 02:44:28 +0000 ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN RANGKA ATAP KAYU DENGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU KELAS JAUH SD NEGERI 200503 https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1794 <p><em>Material kuda-kuda yang sering dijumpai di kalangan masyarakat di Kota Padangsidimpuan adalah kayu. Kayu sudah menjadi material kuda-kuda sejak lama, dikarenakan kayu mempunyai daya dukung yang kuat, tahan lama dan juga tahan terhadap cuaca selama kayu tetap dijaga dalam kondisi kering. Kontruksi kuda-kuda yang terpasang di lapangan yaitu kontruksi kuda-kuda kayu karena material kayu masih ada di sekitar lokasi pekerjaan mengingat kualitas kayu yang ada pada spesifikasi pekerjaan adalah kayu sembarang keras. Akan tetapi kayu yang berkualitas sudah mulai langka diperoleh sehingga perlu alternatif kuda-kuda kayu salah satunya adalah baja ringan. Pemilihan bahan kuda-kuda kayu atau baja ringan jelas mempengaruhi biaya dan waktu pelaksanaan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk &nbsp;mengetahui berapa besar perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan kuda-kuda kayu dan baja ringan pada atap Pembangunan Ruang Kelas Baru Kelas Jauh SD Negeri 200503. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu pelaksanaan pada konstruksi kuda-kuda baja ringan dan kayu adalah Analisa Harga Satuan Pekerjaan tahun 2022. Dari hasil analisa data yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan kuda-kuda kayu sebesar 50.106.748,34, sedangkan untuk pekerjaan kuda-kuda baja ringan adalah Rp. 126.250.610,36 sehingga diperoleh perbandingan biaya keduanya sebesar Rp.76.143.862,02. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan kuda-kuda kayu selama 33 hari sedangkan kuda-kuda baja ringan selama 19 hari, waktu pelaksanaan dengan jumlah tukang antara keduanya sama sebanyak 12 orang. Selisih waktu pelaksanaan antara kuda-kuda baja ringan dengan kuda-kuda kayu yaitu sebesar 14 hari, dimana waktu pekerjaan kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan</em></p> Aris Hanafi Harahap, Mhd. Rahman Rambe, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1794 Tue, 23 Jun 2026 03:17:54 +0000 PENGARUH PENGGUNAAN BATU CADAS DI DAERAH PARANGINAN KAB. PADANG LAWAS UTARA SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1797 <p><em>Kualitas beton dapat diketahui melalui perencanaan dan pengawasan&nbsp; yang lebih baik dan&nbsp; teliti&nbsp; terhadap&nbsp; bahan-bahan&nbsp; yang&nbsp; akan&nbsp; dipakai.&nbsp; Batu&nbsp; cadas&nbsp; (batu&nbsp; trass)&nbsp; adalah&nbsp; batuan&nbsp; yang&nbsp; telah&nbsp; mengalami&nbsp; perubahan&nbsp; komposisi&nbsp; kimia&nbsp; yang&nbsp; disebabkan&nbsp; oleh&nbsp; pelapukan&nbsp; dan&nbsp; pengaruh&nbsp; kondisi&nbsp; air&nbsp; bawah&nbsp; tanah. Batu cadas&nbsp; (batu trass) banyak terdapat di Daerah Paranginan Kabupaten Padang Lawas Utara.</em> <em>Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan nilai perbandingan kuat tekan beton dan sifat - sifat (kekuatan, berat isi, dan nilai slump) beton berbahan batu cadas (batu trass) sebagai pengganti agregat kasar terhadap beton normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan memanfaatkan batu cadas</em><em> (</em><em>batu trass</em><em>)</em><em> sebagai pengganti sebagian kerikil pada beton dengan </em><em>variasi normal</em><em>, 10%, dan 20%. Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan maka didapat nilai kuat tekan beton rata-rata pada setiap umur pengujian seperti</em> <em>diketahui pada saat umur 7 hari kuat tekan beton terbesar adalah kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 5,56 N/mm<sup>2</sup> dan nilai kuat tekan terendah adalah kuat tekan beton variasi 20% dengan nilai sebesar 4,71 N/mm<sup>2</sup>. Sedangkan pada umur pengujian 14 hari kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 6.41&nbsp; N/mm<sup>2</sup> dan&nbsp; nilai kuat tekan beton</em><em> terrendah adalah</em><em> variasi 20% dengan nilai sebesar 5,18&nbsp; N/mm<sup>2</sup>, pada umur pengujian 28 hari kuat tekan beton</em><em> terbesar adalah beton</em><em> normal dengan nilai sebesar 8,58&nbsp; N/mm<sup>2</sup> dan nilai kuat tekan beton </em><em>terrendah adalah </em><em>variasi 20% sebesar 6,13 N/mm<sup>2</sup>.</em></p> Arip Muda Harahap, Suryanti Suraja Pulungan, Nurhasanah Siregar Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1797 Tue, 23 Jun 2026 03:20:13 +0000 ANALISIS KERUSAKAN JALAN TERHADAP PENGGUNA JALAN DI JL. OMPU RAJA SORI KOTA PADANGSIDIMPUAN DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1798 <p><em>Pertumbuhan kendaraan yang pesat berdampak pada meningkatnya beban lalu lintas yang berakibat pada penurunan kualitas jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan tingkat kerusakan jalan serta dampaknya terhadap pengguna jalan dan lingkungan di Jl. Ompu Raja Sori Kota Padangsidimpuan, serta menentukan upaya penanggulangannya. Metode yang digunakan adalah metode Bina Marga dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data diperoleh melalui survei lapangan sepanjang 1 km dengan lebar jalan 3 meter.Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luas kerusakan jalan sebesar 777,85 m² dari total luas jalan 3000 m² dengan nilai persentase kerusakan sebesar 25,93% yang termasuk kategori kerusakan sedang. Jenis kerusakan yang dominan adalah lubang, retak menengah, retak pinggir, dan pelepasan butiran. Dampak yang ditimbulkan meliputi peningkatan risiko kecelakaan, ketidaknyamanan pengguna jalan, serta penurunan kualitas lingkungan. Upaya penanggulangan yang direkomendasikan adalah pemeliharaan rutin, perbaikan drainase, serta peningkatan struktur perkerasan jalan.</em></p> Riski Lubis, Noni Paisah, Ferawati artauli Hasibuan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1798 Tue, 23 Jun 2026 03:21:36 +0000 ANALISIS PENINGKATAN RUAS JALAN DESA TATENGGER KECAMATAN ANGKOLA MUARA TAIS KABUPATEN TAPANULI SELATAN https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1802 <p><em>Roads are one of the most important land transportation infrastructures; therefore, a good pavement design is essential. In addition to connecting one place to another, a well-designed road pavement is also expected to provide safety and comfort for drivers, especially in supporting smooth traffic flow. The high growth of traffic resulting from economic development can create serious problems if it is not balanced with improvements in the quality of existing road facilities and infrastructure. Therefore, road conditions greatly affect the comfort and safety of every road user. The objective of this thesis is to identify the types of damage found on the Tatengger Village Road section in Angkola Muara Tais and to determine the appropriate maintenance treatment and the required thickness of flexible pavement for future road improvement or rehabilitation. The methods used in this research are the Indonesian Highway Capacity Manual Method and the component analysis method. Based on the results of the data analysis, it can be concluded that the types of damage found on the Tatengger Village Road section in Angkola Muara Tais include hairline cracks, potholes, patches, alligator cracks, waves, depressions, and longitudinal cracks, with a total damage percentage of 6.11%. The appropriate maintenance treatment is routine maintenance. Meanwhile, the required flexible pavement thickness for future improvement or rehabilitation consists of a 5 cm surface layer, a 20 cm base course layer, and a 10 cm subbase layer, with a planned service life of 20 years.</em></p> Alfiansyah Harahap, Julianto Lubis, Ferawati Artauli Hasibuan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1802 Sat, 27 Jun 2026 11:36:03 +0000 ANALISA PENGEMBANGAN KAPASITAS LAHAN PARKIR PASAR AEK GODANG KEC. HULU SIHAPAS KAB. PADANG LAWAS UTARA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1803 <p><em>Parking is a stationary state of a vehicle that is temporary in nature because it is left by the driver at certain places, whether indicated by traffic signs or not, and is not solely for the purpose of boarding and/or alighting passengers and/or loading goods. Parking facilities are an inseparable element of the overall highway transportation system. Many vehicles park on the roadway, which is caused by the available parking capacity being unable to accommodate the volume of vehicles, particularly regarding parking facilities. This study aims to determine the volume, duration, capacity, and development of parking spaces for two-wheeled and four-wheeled vehicles at Aek Godang Market. From the research results, it was found that the parking volume for motorcycles was 321 units and for cars was 60 units, with an average parking duration of 1 hour 28 minutes per vehicle for motorcycles and 135 minutes per vehicle for cars. The parking turnover rate for motorcycles was higher compared to cars. The existing parking capacity at Aek Godang Market for motorcycles is 162 SRP (Parking Space Units), while the parking demand is 250 SRP. Meanwhile, the existing car parking capacity is 30 SRP, while the demand is 54 SRP. Based on the parking volume at Aek Godang Market, it indicates that the parking space requirements for motorcycles and passenger cars cannot be met by the existing capacity. To add 88 SRP of parking spaces for motorcycles, a land area of 355 m² is required, while passenger cars urgently need an additional land area of approximately 180 m². The available potential land for parking development is located in front of the Aek Godang Market shophouses, which offers sufficient area.</em></p> <p><em>Keywords:</em><em> volume, capacity, duration, development</em></p> Uddin Hasibuan, Ahmad Rafii, Afniria Pakpahan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1803 Sat, 27 Jun 2026 11:37:35 +0000 ANALISA KEBUTUHAN LAHAN PARKIR DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1804 <p><em>Analisis kebutuhan lahan parkir di Dinas Pendidikan Padang Lawas Utara sebagai upaya meningkatkan efektivitas pemanfaatan ruang serta kelancaran aktivitas pegawai dan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan ruang parkir dan pola parkir pada Dinas Pendidikan Padang Lawas Utara Dan menganalisis karakteristik lahan parkir Dinas Pendidikan Padang Lawas Utara.Penelitian ini telah dilaksanakan di Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Lawas Utara pada bulan Agustus tahun 2025. Hasil survei menunjukkan bahwa kapasitas parkir yang tersedia, yaitu 15 SRP untuk kendaraan roda empat dan 28 SRP untuk roda dua, tidak mampu menampung kebutuhan maksimum masing-masing sebesar 19 SRP dan 58 SRP. Indeks parkir yang melebihi 100% menandakan terjadinya kelebihan daya tampung, terutama pada kendaraan roda dua. Durasi rata-rata parkir sekitar satu jam per kendaraan menunjukkan tingginya tingkat perputaran kendaraan pada jam kerja. Berdasarkan analisis, diperlukan penambahan empat SRP untuk roda empat dan dua puluh SRP untuk roda dua, disertai penataan ulang marka, rambu, dan pola parkir agar pemanfaatan ruang menjadi lebih optimal. Penelitian ini merekomendasikan perluasan lahan, penataan kembali pola parkir, serta penyediaan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan area parkir.</em></p> Romi Syahputra Daulay, Sahrul Harahap, Wirna Arifitriana Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1804 Sat, 27 Jun 2026 11:39:03 +0000 ANALISIS BIAYA SERTA WAKTU PELAKSANAAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN DENGAN RANGKA ATAP KAYU PADA GEDUNG LABKESDA KOTA PADANGSIDIMPUAN https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1805 <p><em>Atap adalah salah satu bagian yang penting pada suatu bangunan. Salah satu bagian dari konstruksi atap adalah kuda</em><em>-</em><em>kuda.</em> <em>Material kuda</em><em>-</em><em>kuda yang sering dijumpai di kalangan masyarakat</em><em> Kota Padangsidimpuan</em><em> adalah kayu.</em> <em>Seiring dengan berkembangnya teknologi di bidang teknik sipil dan pesatnya pertumbuhan hunian yang di butuhkan oleh masyarakat, maka kebutuhan terhadap kayu akan semakin meningkat, sehingga perlu alternatif lain untuk bahan rangka atap </em><em>s</em><em>alah satu adalah baja ringan. Baja ringan merupakan baja profil yang dibentuk dalam keadaan dingin yang materialnya berupa lembaran pelat baja dengan ketebalan antara 0,4 mm sampai 1,0 mm.</em> <em>Pemilihan bahan antara kayu atau baja ringan, jelas mempengaruhi biaya dan waktu pelaksanaan.</em> <em>Adapun tujuan </em><em>penelitian</em><em> ini adalah </em><em>untuk </em><em>&nbsp;</em><em>mengetahui berapa besar perbandingan biaya </em><em>dan waktu </em><em>pelaksanaan</em><em> kuda-kuda </em><em>baja ringan dan </em><em>kuda-kuda</em> <em>kayu</em><em>. </em><em>Metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan waktu </em><em>pelaksanaan </em><em>pada konstruksi </em><em>kuda-kuda </em><em>baja ringan dan kayu adalah analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) 20</em><em>16</em><em>.</em> <em>Dari h</em><em>asil </em><em>analisa data</em><em> yang dilakukan, </em><em>dapat diambil ke</em><em>simpulan bahwa</em><em> b</em><em>iaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan </em><em>kuda-kuda </em><em>baja ringan </em><em>sebesar</em><em> Rp.335.995.162,61</em><em>,</em><em> sedangkan untuk pekerjaan </em><em>kuda-kuda</em><em> kayu adalah Rp</em><em>.</em><em>201.198.379,31</em><em> sehingga diperoleh persetase perbandingan biaya</em> <em>kuda-kuda </em><em>baja ringan dengan kayu sebesar </em><em>40 %</em><em>.</em> <em>Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan </em><em>kuda-kuda </em><em>baja ringan </em><em>dibutuhkan </em><em>selama </em><em>42</em><em> hari, sedangkan waktu pelaksanaan </em><em>kuda-kuda </em><em>kayu selama </em><em>97</em><em> hari dengan jumlah tukang antara keduanya sama sebanyak 1</em><em>2</em><em> orang</em><em>. </em><em>Selisih </em><em>waktu pelaksanaan</em><em> antara </em><em>kuda-kuda </em><em>baja ringan dengan </em><em>kuda-kuda </em><em>kayu</em><em> yaitu</em><em> sebesar </em><em>55 hari,</em><em> dimana waktu pekerjaan kayu dihitung dengan menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan</em><em>.</em></p> M. Syahrizal Nasution, Mhd. Rahman Rambe, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1805 Sat, 27 Jun 2026 11:41:52 +0000 ANALISIS KERUSAKAN RUAS JALAN BM. MUDA KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN SELATAN KOTA PADANGSIDIMPUAN https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1806 <p><em>Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi darat sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu keharusan. Perkerasan jalan yang baik juga diharapkan dapat memberi rasa aman dan nyaman dalam mengemudi terutama </em><em>berpengaruh terhadap kelancaran arus lalu lintas. Salah satu penyebab kerusakan jalan yaitu minimnya biaya pemeliharaan yang menyebabkan berkurannya kualitas dari pada pelaksanaan. </em><em>Tingginya pertumbuhan lalu</em> <em>lintas akibat pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan masalah yang</em> <em>serius apabila tidak diimbangi dengan perbaikan mutu dari sarana dan prasarana</em> <em>jalan yang ada</em> <em>sehingga perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan.</em> <em>P</em><em>en</em><em>elitian </em><em>ini</em><em> bertujuan</em><em> untuk </em><em>mengetahui </em><em>jenis dan persentase kerusakan apa saja yang terjadi </em><em>ruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dan</em><em> penanganan pemeliharaannya serta mengetahui </em><em>tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada </em><em>ruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan</em><em>.</em> <em>Kerusakan jalan dianalisa dengan menggunakan Metode </em><em>Manual Kapasitas Jalan Indonesia</em><em> sedangkan </em><em>Perencanaan </em><em>tebal perkerasan</em><em> lentur</em><em> disesuaikan dengan </em><em>Metode Analisa Komponen dengan umur rencana 20 tahun</em><em>. </em><em>Dari hasil </em><em>analisis data</em><em>, dapat di</em><em> ambil ke</em><em>simpulan, yaitu: jenis kerusakan yang terjadi diruas </em><em>j</em><em>alan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan </em><em>terdiri dari 5 jenis yaitu </em><em>:</em><em> pelepasan lapisan permukaan, lubang, amblas, retak kulit buaya dan tambalan.</em> <em>Nilai p</em><em>ersentas</em><em>i</em> <em>kerusakan sebesar 20.70 % maka kategori kerusakan termasuk kategori rusak sedang serta penaganan pemeliharaannya yaitu </em><em>Pe</em><em>meliharaan Berkala</em><em>. Tebal lapisan perkerasan </em><em>yang dibutuhkan pada </em><em>ruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan </em><em>Selatan, </em><em>yaitu : </em><em>lapisan permukaan </em><em>15</em><em> cm, </em><em>lapisan pondasi atas 20 cm </em><em>dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm</em><em>.</em></p> <p>&nbsp;</p> Randa Bahreyn Lubis, Mhd. Rahman Rambe, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1806 Sat, 27 Jun 2026 11:43:29 +0000 ANALISIS PELAT LANTAI II PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH TERPADU SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MANDAILING NATAL https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1807 <p><em>Pada dasarnya bangunan yang ditinjau adalah pembangunan gedung kuliah terpadu Sekolah Tinggi Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina). Gedung ini dibangun untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mengimbangi jumlah mahasiswa untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, moderat dan inovatif sesuai dengan visi STAIN Madina</em><em>. </em><em>Pembangunan gedung ini dibangun secara permanen dengan jumlah struktur tiga lantai sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan gedung yang sudah ditetapkan.</em> <em>Prinsip dari perencanaan struktur gedung ini adalah menghasilkan suatu bangunan yang aman, nyaman, kuat, efisi</em><em>e</em><em>n dan ekonomis.</em> <em>T</em><em>ujuan </em><em>penelitian</em><em> ini adalah </em><em>untuk</em> <em>mengetahui</em> <em>tebal pelat </em><em>serta jarak penulangan pelat lantai sesuai pembebanan dan gambar kerja yang ada dilapangan. </em><em>Metode yang digunakan </em><em>berdasarkan </em><em>Dasar</em><em>-</em><em>dasar Perencanaan B</em><em>eton </em><em>Bertulang dan </em><em>Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung serta </em><em>pembebanan disesuaikan peraturan pembebanan untuk rumah dan gedung. Berdasarkan ha</em><em>sil </em><em>analisa</em><em> yang di</em><em> lakukan diambil ke</em><em>simpulan</em><em> yaitu t</em><em>ebal pelat lantai </em><em>berdasarkan analisis dan kondisi dilapangan sebesar 12.5 cm dengan panjang 4,20 m dan lebar 3,60 m. Bentang balok terpanjang 8,40 m dan 7,20 m. Tebal pelat lantai berkurang akibat penambahan balok anak sehingga bentang pelat lebih pendek untuk mengurangi lendutan dan pembebanan.</em><em> Jarak tulangan pelat lantai berdasarkan analisis yaitu untuk lapangan</em><em> arah-x</em><em> dan arah y yaitu </em><em>Ø</em> <em>10</em><em>-10</em><em>0</em><em> sedangkan dilapangan untuk posisi tumpuan</em><em> arah-x</em><em> dan arah y yaitu </em><em>Ø</em> <em>10</em><em>-200. Jika kita lihat posisi lapangan</em><em> arah-x</em><em> dan arah y analisa </em><em>Ø</em> <em>10</em><em>-100 sedangkan yang di pasangan dilpangan untuk posisi lapangann</em><em> arah-x</em><em> dan arah y yaitu </em><em>Ø</em> <em>10</em><em>-100. Jarak yang dianalisis lebih ekonomis dibandingkan dengan jarak yang ada dilapangan. </em></p> Makmur Gedek, Mhd. Rahman Rambe, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1807 Sat, 27 Jun 2026 11:46:21 +0000 ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN PERANCAH KAYU BULAT DENGAN SCAFFOLDING UNTUK PELAT LANTAI DAN BALOK PADA BANGUNAN BERTINGKAT https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1808 <p>Perancah adalah konstruksi sementara yang menyangga beban dan memberi kekuatan serta kestabilan pada bekisting. Perancah memiliki peranan penting terhadap hasil akhir pekerjaan konstruksi bangunan. Berdasarkan sifatnya, perancah terbagi dua, yaitu perancah kayu bulat dan scaffolding. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui besar perbandingan biaya dan waktu penggunaan perancah kayu bulat dengan scaffolding untuk pelat lantai dan balok pada bangunan bertingkat. Metode yang digunakan dalam menghitung biaya dan waktu pada pekerjaan perancah kayu bulat dan scaffolding adalah analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) 2016. Lokasi dan tempat pengambilan data untuk kebutuhan penelitian ini dilakukan di Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) Padangsidimpuan, dengan data yang dikumpulkan berupa gambar kerja, daftar upah, dan daftar harga bahan. Dari hasil analisa data yang dilakukan, didapat kesimpulan bahwa biaya yang diperlukan untuk pemasangan perancah kayu bulat sebesar Rp. 324.707.832,00 dan scaffolding sebesar Rp. 315.019.128,00. Sedangkan selisih perbandingan biaya antara perancah kayu bulat dengan scaffolding yaitu 3% sebesar Rp. 9.688.704,00. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan perancah kayu bulat selama 105 hari dan scaffolding selama 105 hari dengan jumlah tukang antara kedua perancah sama yaitu 10 orang. Waktu pengerjaan perancah kayu bulat dan scaffolding dihitung dengan menggunakan AHSP dengan satuan OH</p> Rafea Husni, Mhd. Rahman Rambe, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1808 Sat, 27 Jun 2026 11:47:48 +0000 PENGARUH PENGGUNAAN BIJI POHON KARET SUBTITUSI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1832 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan biji karet sebagai substitusi sebagian agregat kasar terhadap kuat tekan beton. Penelitian dilakukan dengan tahapan awal berupa pengujian sifat fisik agregat kasar, agregat halus, serta biji karet meliputi berat isi, kadar air, dan gradasi. Selanjutnya dilakukan perencanaan campuran (mix design) beton dengan mutu K-225, menggunakan benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, yang kemudian diuji kuat tekannya pada umur 7, 14, dan 28 hari. Variasi campuran yang digunakan adalah 0</em> <em>% (beton normal), 5</em> <em>%, dan 10</em> <em>% biji karet terhadap berat agregat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biji karet menyebabkan penurunan kuat tekan beton. Nilai kuat tekan rata-rata pada umur 28 hari untuk beton normal sebesar 17,13 MPa, variasi 5</em> <em>% sebesar 15,50 MPa, dan variasi 10% sebesar 12,24 MPa. Penurunan nilai kuat tekan ini disebabkan oleh permukaan biji karet yang halus dan kedap air, sehingga mengurangi daya ikat antara agregat dan pasta semen. Penurunan kuat tekan pada variasi 5</em> <em>% sebesar 9,5</em> <em>%, dan pada variasi 10</em> <em>% sebesar 28,5</em> <em>% dibandingkan beton normal. Beton dengan campuran biji karet 5% masih dapat dipertimbangkan untuk bangunan non-struktural, sementara variasi 10</em> <em>% kurang direkomendasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan biji karet memiliki potensi sebagai bahan alternatif agregat, meskipun perlu pertimbangan dari segi kekuatan. .</em></p> Rossandi Syaputra, Mhd. Rahman Rambe, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1832 Fri, 24 Jul 2026 05:53:48 +0000 ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH ABU BATU TERHADAP KUAT TEKAN BETON DARI WILAYAH BATU TAMBUN KAB. PADANG LAWAS UTARA DIBANDINGKAN DENGAN PASIR BATU NADUA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1833 <p>Pembuatan konstruksi yang menggunakan abu batu sebagai campuran beton, hasilnya lebih ekonomis untuk digunakan di pabrik bila dibandingkan dengan beton yang tidak menggunakan abu batu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mesdeskripsikan pengaruh dan perbandingan kuat tekan beton berbahan abu batu dengan variasi pengganti agregat halus normal untuk pasir Batu Nadua 20 % dan 40 %. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eskperimental dengan memanfaatkan abu batu sebagai pengganti sebagian pasir batu nadua pada beton variasi normal 20 % dan 40 %. Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan maka didapat nilai kuat tekan rata-rata pada setiap umur pengujian seperti diketahui pada umur 7 hari kuat tekan beton terbesar adalah kuat tekan beton variasi 20 % dengan nilai sebesar 6,29 N/mm<sup>2</sup> dan nilai kuat tekan terendah yaitu kuat tekan beton variasi 40 % dengan nilai sebesar 3,67 N/mm<sup>2</sup>. Sedangkan pada umur 14 hari kuat tekan beton normal yaitu 4,52 N/mm<sup>2</sup> dan nilai kuat tekan beton variasi 20% yaitu 6,41 N/mm<sup>2</sup> dan variasi 40% nilai kuat tekan betonnya yaitu 3,77 N/mm<sup>2</sup>, Pada umur pengujian 28 hari kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 4,52 N/mm<sup>2</sup>, Untuk variasi 20% kuat tekan dengan nilai 7,13 N/mm<sup>2</sup>, dan nilai kuat tekan beton variasi 40% yaitu 4,62 N/mm<sup>2</sup>. Kuat tekan beton yang menggunakan abu batu dari Batu Tambun tidak memenuhi standar mutu beton f 'c 18.</p> Putra Rana Dian Harahap, Suryanti Suraja Pulungan, Nurhasanah Siregar Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1833 Fri, 24 Jul 2026 00:00:00 +0000 ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PELAT LANTAI BONDEK TERHADAP PELAT LANTAI KONVENSIONAL KONVENSIONSIONAL PADA GEDUNG DUA LANTAI DI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1834 <p>Dimasa kini banyak terdapat pekerjaan pembangunan gedung berbagai tipe dan ukuran, begitu juga tidak terlepas dari rencana anggaran biaya yang bervariasi untuk setiap bangunan yang direncankan. Tugas akhir perbandingan ini bertujuan untuk mendapatkan selisih Perbandingan Analisa Perbandingan Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Pelat Lantai Bondek Terhadap Pelat Lantai Konvensional Konvensionsional Pada Gedung Dua Lantai Di Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini pelaksanaannya diawali dengan mengumpulkan data kualitatif mengambil data dengan cara survey lapangan, perhitungan, serta mengumpulkan data terkait, kemudian mengumpulkan data dengan cara kuantitatif yaitu mencari sumber data berupa tulisan dan jurnal terkait, setelah data dikumpulkan selanjutnya data diolah dengan cara menghitung volume pekerjaan, selanjutnya dilakukan analisa pada setiap harga dan item pekerjaan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total biaya pekerjaan pelat lantai konvensional adalah sebesar Rp 84.129.841,1 sedangkan total biaya pekerjaan pelat lantai bondek adalah sebesar Rp 95.207.567,4. Dengan demikian, terdapat selisih biaya sebesar Rp 11.077.726,3. Dimana pelat lantai konvensional lebih ekonomis dibandingkan pelat lantai bondek. Adapun waktu pelaksanaan untuk pekerjaan pelat bondek selama 5 hari sedangkan pelat konvensional selama 13 hari sehingga selisih waktu pelaksanaan diperoleh selama 8 hari.</p> Sahrul Hasian Farizi Rambe, Julianto Lubis, Ferawati Artauli Hasibuan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1834 Fri, 24 Jul 2026 07:05:42 +0000 ANALISIS KUALITAS TROTOAR DALAM MENINGKATKAN KENYAMANAN BAGI PEJALAN KAKI DI KAWASAN RUAS JALAN SISINGAMANGARAJA KOTA PADANGSIDIMPUAN https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1858 <p>Perkembangan perkotaan yang pesat mengakibatkan peningkatan volume lalu lintas kendaraan bermotor, namun seringkali tidak diimbangi dengan penyediaan infrastruktur pedestrian yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik trotoar dan mengetahui persepsi kenyamanan pejalan kaki terhadap trotoar di Ruas Jalan Sisingamangaraja Kota Padangsidimpuan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan survei lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 54 responden pengguna trotoar. Pengukuran kondisi fisik trotoar dilakukan pada segmen sepanjang ± 1 km yang dibagi menjadi tiga titik pengamatan (Titik A, B, dan C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi trotoar di Jalan Sisingamangaraja belum memenuhi standar yang ditetapkan. Tinggi trotoar bervariasi antara 6-9 cm, tidak sesuai dengan standar minimal 10-15 cm. Permukaan trotoar banyak yang tidak rata dan berlubang. Terdapat penggunaan trotoar yang tidak sesuai fungsi seperti untuk berjualan dan parkir kendaraan yang mengganggu sirkulasi pejalan kaki. Berdasarkan hasil kuesioner, persepsi kenyamanan pejalan kaki menunjukkan tingkat kenyamanan sebesar 55,56% dan tingkat kepuasan terhadap fasilitas pendukung sebesar 59,26%. Sebanyak 83,33% responden menyatakan perlunya peningkatan efektivitas trotoar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengelolaan yang lebih baik, penertiban penggunaan trotoar, serta peningkatan kualitas fisik dan fasilitas pendukung untuk menciptakan kenyamanan bagi pejalan kaki.</p> Harry Sulaiman Sagala, Noni Paisah, Ferawati Artauli Hasibuan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1858 Fri, 24 Jul 2026 07:07:49 +0000 ANALISA KINERJA SIMPANG TIGA JALAN ABDUL JALIL LUBIS-JALAN RAJA INAL SIREGAR KOTA PADANGSIDIMPUAN https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1860 <p><em>Persimpangan jalan merupakan tempat bertemunya arus lalu lintas dari dua jalan atau lebih. Kinerja jaringan jalan harus memperhitungkan tundaan akibat adanya simpang, baik itu simpang bersinyal maupun simpang tak bersinyal. Pada simpang tidak bersinyal ini, terjadi kemacetan yang disebabkan oleh hambatan samping, tingginya populasi kendaraan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur (prasarana) jalan yang memadai. Menganalisa kapasitas dan tingkat kinerja suatu simpangan tidak bersinyal maka diperlukan data data dari lapangan, berupa data geometrik simpang (lebar tiap kaki simpang), jenis dan jumlah kendaraan yang melintasi persimpangan setelah dikalilkan dengan angka ekivalensi dari masing masing kendaraan, sehingga diperoleh keseragaman dalam satuan mobil penumpang (SMP). Kemudian dihitung kapasitas dan tingkat kinerja persimpangan yang meliputi derajat kejenuhan, dan tundaan simpangan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Hasil analisa yang diperoleh, nilai kapasitas (C) 2668,33 (smp/jam), derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,74 det/smp, dan tundaan (D) simpangan sebesar 11,74 det/smp. Maka diperoleh tingkat pelayanan pada Kinerja Simpang Tiga Jalan Abdul Jalil Lubis-Jalan Raja Inal Siregar Kota Padangsidimpuan masih mampu menampung volume lalu lintas, akan tetapi untuk kedapannya harus ada pnelitian lebih lanjut karena dalam penelitian yang dilaukan nilai derajat kejenuhan sudah mendekati nilai standar derajat kejenuhan.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Riski Saihotma Nasution, Sahrul Harahap , Wirna Arifitriana Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1860 Fri, 24 Jul 2026 12:51:17 +0000 ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KULIT BAMBU TERHADAP KUAT TEKAN BETON https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1861 <p><em>Penggunaan serat kulit bambu dalam campuran beton merupakan salah satu inovasi untuk menghasilkan beton yang lebih ramah lingkungan. Serat kulit bambu dipilih karena berasal dari bahan alami yang mudah diperoleh dan dapat diperbarui, sehingga mendukung konsep pembangunan berkelanjutan.</em> <em>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton yang dihasilkan dari penambahan serat kulit bambu sebagai pengganti sebagian agregat halus pada umur 28 hari dengan variasi 2,50</em> <em>% dan 5,00</em> <em>%, serta membandingkan hasil kuat tekan beton dengan beton normal tanpa penambahan serat kulit bambu. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat kulit bambu terhadap kuat tekan beton, apakah dapat meningkatkan atau justru menurunkan kekuatan beton yang dihasilkan, sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam penerapan serat kulit bambu pada campuran beton di lapangan.</em> <em>Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penambahan serat kulit bambu sebagai pengganti sebagian agregat halus pada beton menghasilkan kuat tekan yang lebih rendah dibanding beton normal. Pada umur 28 hari, kuat tekan beton dengan variasi 2,50</em> <em>% adalah 8,27 N/mm² dan variasi 5,00</em> <em>% adalah 7,10 N/mm², sedangkan beton normal mencapai 10,00 N/mm². Perbandingan penurunan kuat tekan pada variasi 2,50% sebesar 17,30</em> <em>% dan variasi 5,00</em> <em>% sebesar 29,00</em> <em>% dibanding beton normal. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serat kulit bambu belum memberikan hasil yang baik, karena semakin tinggi persentasenya maka semakin besar penurunan kuat tekan beton yang terjadi.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Salsa Fitri, Mhd. Rahman Rambe, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1861 Fri, 24 Jul 2026 12:52:28 +0000 PENGARUH DIMENSI BATU BATA TERHADAP PEMBANGUNAN RUANG LABORATORIUM SD NEGERI 101230 DESA SABABANGUNAN KECAMATAN PADANG https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1862 <p><em>ditentukan penelitian ini memetakan kualitas batu bata berdasarkan komposisi dan bahan pembakar&nbsp; yang tanah dari batu bata. Kemudian sampel ini dikelompokkan beberapa menjadi tipe dan dilakukan pengujian terhadap sampel berdasarkan standar. Pengemlompokkan tersebut menghasilkan tujuh tipe yang memiliki komposisi tanah, lempung, dan dibakar menggunakan sekam, kayu. batu bata yang baik yang kebanyakan berada di tapanuli selatan. Salah satu material yang banyak digunakan adalah yaitu batu bata.&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi batu bata terhadap pembangunan ruang LAB SD Negeri 101230 untuk mengidentifikasi hubungan antara dimensi batu bata, seperti ukuran dan, dapat mengetahui efisiensi dan pembangunan suatu struktur. Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan antara harga dengan metode SNI, dan metode AHSP pada&nbsp; pembangunan.</em> <em>Metode penelitian ini pendekatan penelitian, proses, hipotesisi, turun kelapangan, dan analisa data dan kesimpulan samapai dengan penulisannya. Dan dari hasil analisa yang dilakukan diperoleh Untuk bata dengan ukuran dimensi AHSP dan SNI (22</em><em> x </em><em>11</em><em> x </em><em>5) cm dibutuhkan 6.576 buah, sedangkan dengan bata biasa I&nbsp; (18</em><em> x </em><em>9</em><em> x </em><em>4) dibutuhkan 9,366 buah, untuk bata biasa&nbsp; II (18,5</em><em> x </em><em>9,5</em><em> x </em><em>4) dibutuhkan 9,132 buah, dan untuk bata biasa ke III (21</em><em> x </em><em>10</em><em> x </em><em>5) Dibutuhkan 6,868 buah&nbsp; Pekerjaan pasangan dinding bata pada pembangunan LAB memakai analisa AHSP di peroleh Rp= 17.189.862,59 dan dilakukan</em> <em>perhitungan memakai analisa SNI sebesar Rp= 17.189.862,59 dikarenakan tidak dapat&nbsp; koefisien antara analisa AHSP dan SNI. </em></p> Muhammad Jailani, Mhd. Rahman Rambe, Mhd. Rahman Rambe Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1862 Fri, 24 Jul 2026 12:53:47 +0000 ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN DINDING BATU BATA, BATAKO DAN BATA RINGAN PEMBANGUNAN RUANG ARSIP DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG KAB. PADANG LAWAS UTARA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1864 <p><em>Dinding adalah elemen vertikal ruang bagian struktur yang menjadi alat penyekat antar ruang maupun penyekat antar bagian dalam gedung dengan bagian luar gedung</em><em>. B</em><em>ahan penyusun dinding bangunan sudah umum kita lihat dari dulu hingga kini</em><em> adalah batu bata</em><em>. Bahan material ini, hingga sekarang masih menjadi pilihan utama masyarakat meskipun sudah banyak penemuan baru dalam bidang teknologi bahan seperti batako,</em> <em>bata </em><em>ringan</em><em> dan sebagainya. Batako atau bata</em><em> ringan</em><em> adalah campuran antara semen, agregat, dan air dengan atau tanpa bahan tambahan.</em> <em>Untuk itu perlu perkembangan di bidang properti tersebut, diiringi dengan semakin meningkatnya akan kebutuhan material bahan bangunan terutama material dinding. Dalam pembangunan, diperlukan kualitas material bahan bangunan seperti : batako</em><em> dan bata ringan</em><em>.</em> <em>Adapun tujuan </em><em>penelitian ini adalah </em><em>untuk mengetahui biaya</em><em> dan</em><em> waktu </em><em>pelaksanaan</em><em> pekerjaan dinding batu bata</em><em>,</em><em> batako </em><em>dan bata ringan </em><em>Pembangunan Ruang Arsip Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kab. Padang Lawas Utara. M</em><em>etode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode </em><em>Analisa Harga Satuan Pekerjaan Tahun 2022. </em><em>Dari hasil analisis data dapat diambil kesimpulan, yaitu: biaya yang dibutuhkan Pembangunan Ruang Arsip dengan menggunakan batu bata sebesar </em><em>Rp.45.125.745,10</em><em>, batako sebesar </em><em>Rp.56.672.974,93 </em><em>dan Bata Ringan sebesar </em><em>Rp.73.976.929,04 dengan luas dinding yang sama yaitu 89,64 m<sup>2</sup>. </em><em>Adapun perbandingan biaya pelaksanaan menggunakan batu bata dengan batako sebesar 25.59 % dan batu bata dengan bata ringan sebesar 69.94 %. Sedangkan waktu pelaksanaan antara batu bata dengan batako sama selama 1</em><em>2</em><em> hari sedangkan pemasangan bata ringan selama 1</em><em>3</em><em> hari dengan jumlah tukang sebanyak </em><em>3</em><em> orang.</em></p> Rizky Fitrah Siregar, Mhd. Rahman Rambe, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1864 Fri, 24 Jul 2026 12:55:20 +0000 ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA MERAH DAN BATAKO LAB IPA SMP BERDASARKAN JUKNIS TAHUN 2024 DI KOTA PADANGSIDIMPUAN https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1865 <p><em>Dinding adalah elemen vertikal ruang bagian struktur yang menjadi alat penyekat antar ruang maupun penyekat antar bagian dalam gedung dengan bagian luar gedung</em><em>. B</em><em>ahan penyusun dinding bangunan sudah umum kita lihat dari dulu hingga kini</em><em> adalah batu bata</em><em>. Bahan material ini hingga sekarang masih menjadi pilihan utama masyarakat meskipun sudah banyak penemuan baru dalam bidang teknologi bahan seperti batako,</em> <em>bata hebel</em><em> dan sebagainya. Batako atau bata</em><em> hebel</em><em> adalah campuran antara semen, agregat, dan air dengan atau tanpa bahan tambahan.</em> <em>Untuk itu perlu perkembangan di bidang properti tersebut, diiringi dengan semakin meningkatnya akan kebutuhan material bahan bangunan terutama material dinding. Dalam pembangunan, diperlukan kualitas material bahan bangunan seperti : beton atau batako.Adapun tujuan </em><em>penelitian</em><em> ini yaitu mengetahui jumlah biaya </em><em>dan waktu pelaksaan </em><em>yang diperlukan pada pekerjaan pasangan dinding bata merah dan batako LAB IPA SMP berdasarkan Juknis Tahun 2024. M</em><em>etode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode </em><em>Analisa Harga Satuan Pekerjaan Tahun 2016.</em> <em>Dari hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan, yaitu : </em><em>biaya pemasangan dinding bata merah </em><em>sebesar Rp.</em><em>91.316.522,72 </em><em>sedangkan pemasangan dinding batako sebesar Rp.</em><em>132.923.743,78 s</em><em>ehingga diperoleh perbandingan biaya antara keduanya sebesar Rp.</em><em>41.616.221,06. </em><em>Jika ditinjauu dari waktu pelaksanaan</em><em>,</em><em> pemasangan dinding bata merah di butuhkan selama </em><em>29</em><em> hari sedangkan pemasangan dinding batako selama </em><em>31</em><em> hari </em><em>s</em><em>ehingga diperoleh perbandingan waktu pelaksanaan antara keduanya selama </em><em>2</em><em> hari dengan jumlah tukang yang sama yaitu </em><em>4</em><em> orang per hari.</em></p> Rofaldo, Mhd. Rahman Rambe, Rizky Febriani Pohan Copyright (c) 2026 STATIKA https://jurnalugn.id/index.php/statika/article/view/1865 Fri, 24 Jul 2026 12:56:36 +0000