ANALISIS KERUSAKAN RUAS JALAN MANGARAJA IMBANG KEC. PADANGSIDIMPUAN TENGGARA KOTA PADANGSIDIMPUAN

  • Ali Ardiansyah Siregar Universitas Graha Nusantara
  • Mhd. Rahman Rambe Universitas Graha Nusantara
  • Rizky Febriani Pohan Universitas Graha Nusantara
Keywords: Perkerasan Lentur dan Persentase Kerusakan Jalan

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi darat sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu keharusan. Tingginya pertumbuhan lalu lintas akibat pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan masalah yang serius apabila tidak diimbangi dengan perbaikan mutu dari sarana dan prasarana jalan yang ada. Akibat kurangnya perawatan jalan terutama perawatan bahu jalan serta derainase. Selain itu, sistem drainase yang buruk menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar ketika terjadi hujan. Perkerasan lentur merupakan suatu perkerasan yang tidak tahan terhadap genangan air karena aspal bersifat getas, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan persentase kerusakan dan penanganan pemeliharaannya serta mengetahui tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan untuk peningkatan ruas Jalan Mangaraja Imbang Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Kerusakan jalan dianalisa dengan menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia sedangkan Perencanaan tebal perkerasan lentur disesuaikan dengan Metode Analisa Komponen dengan umur rencana 20 tahun. Dari hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan, yaitu: jenis kerusakan yang terjadi ada 5 macam, yaitu: Retak Memanjang (340,002), Amblas (282,252), Retak Buaya (104,002), Lubang (815,252), dan Bergelombang sedangkan luas jalan keseluruhan = 10000 m2 serta yang rusak = 2550,50 m2. Jika di tinjau  dari total total persentase kondisi jalan yang di peroleh yaitu sebesar 12, maka kriteria pemilihan penanganan yang kita gunakan adalah Pemeliharaan Rutin. Tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada Ruas Jalan Mangaraja Imbang Kec. Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan, yaitu : lapisan permukaan 13 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm.

References

Anonim, 1987, Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponem, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
Anonim, 1997, Manual Kapasitas Jalan Indonesia, Direktorat Jenderal Bina Marga.
Anonim, 2004, Penentuan Klasifikasi Fungsi Jalan Di Kawasan Perkotaan, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
Anonim, 2012, Manual Desain Perkerasan Jalan, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
Bethary, R. T., 2015, Analisis Kerusakan Dan Perencanaan Tebal Perkerasan Jalan Kaku Dengan Metode Bina Marga 2003, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jurnal Fondasi 4 (2).
Khisty, C. Jotin, 2005, Dasar-Dasar Rekayasa Transportasi, Jakarta, Erlangga.
Maftukin, M., 2017, Analisa Faktor Penyebab Kerusakan Jalan Kelas Iiia Di Kabupaten Lamongan, Univesitas Islam Lamongan, Jurnal Civilla 2 (1).
Semarang, Tugas Akhir, Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Simangunsong, H., 2014, Evaluasi Kerusakan Jalan (Studi Kasus Jalan Dr Wahidin-Kebon Agung), Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Konfrensi Nasional Teknik Sipill 8.
Tamin, Ofyar Z, 2000, Perencanaan dan Permodelan Transportasi, Bandung: ITB.
Yuwantari, W. N., 2017, Analisis Penyebab Kerusakan Jalan Desa Di Kecamatan Dempet Kabupaten Demak, Universitas Islam Sultan Agung, Proseding-8.
Published
2026-06-11