PENGARUH PENGGUNAAN BATU CADAS DI DAERAH PARANGINAN KAB. PADANG LAWAS UTARA SEBAGAI AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON

  • Arip Muda Harahap Universitas Graha Nusantara
  • Suryanti Suraja Pulungan Universitas Graha Nusantara
  • Nurhasanah Siregar Universitas Graha Nusantara
Keywords: Batu Cadas, Beton, Kuat Tekan

Abstract

Kualitas beton dapat diketahui melalui perencanaan dan pengawasan  yang lebih baik dan  teliti  terhadap  bahan-bahan  yang  akan  dipakai.  Batu  cadas  (batu  trass)  adalah  batuan  yang  telah  mengalami  perubahan  komposisi  kimia  yang  disebabkan  oleh  pelapukan  dan  pengaruh  kondisi  air  bawah  tanah. Batu cadas  (batu trass) banyak terdapat di Daerah Paranginan Kabupaten Padang Lawas Utara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan nilai perbandingan kuat tekan beton dan sifat - sifat (kekuatan, berat isi, dan nilai slump) beton berbahan batu cadas (batu trass) sebagai pengganti agregat kasar terhadap beton normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan memanfaatkan batu cadas (batu trass) sebagai pengganti sebagian kerikil pada beton dengan variasi normal, 10%, dan 20%. Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan maka didapat nilai kuat tekan beton rata-rata pada setiap umur pengujian seperti diketahui pada saat umur 7 hari kuat tekan beton terbesar adalah kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 5,56 N/mm2 dan nilai kuat tekan terendah adalah kuat tekan beton variasi 20% dengan nilai sebesar 4,71 N/mm2. Sedangkan pada umur pengujian 14 hari kuat tekan beton normal dengan nilai sebesar 6.41  N/mm2 dan  nilai kuat tekan beton terrendah adalah variasi 20% dengan nilai sebesar 5,18  N/mm2, pada umur pengujian 28 hari kuat tekan beton terbesar adalah beton normal dengan nilai sebesar 8,58  N/mm2 dan nilai kuat tekan beton terrendah adalah variasi 20% sebesar 6,13 N/mm2.

References

DPU, 1991. SNI-15-1990. “Tata Cara Rencana Pembuatan Campuran Beton Normal” Bandung: Departemen Pekerjaan Umum, Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan.
BSN, 2002, Tata cara Perhitungan Struktur Untuk Bangunan Gedung, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta
Audrey, B. A., & Kristianto, A. 2024. Pengaruh Metode Perawaan Tehadap Kuat Tekan Batako Dan Paving Block. Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil, 29(2), 321-331.
Badan Standarisasi Nasional, 1974. Standar Nasional Indonesia: Cara Uji Kuat Tekan Beton Dengan Benda Uji Silinder. Jakarta.
Burhanuddin, M. dan Multakin, E. 1997. Pengaruh Penggunaan Semen Portland dan Batuan Andesit sebagai Filter terhadap Perilaku Campuran Split Mastic Aspal. Tugas Akhir Penelitian Laboratorium. Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.
Herdiansyah, H., & Pangaribuan, M. R. 2013. Pengaruh Batu Cadas (Batu Trass) sebagai Bahan Pembentuk beton terhadap Kuat Tekan Beton. Inersia: Jurnal Teknik Sipil, 5(2): 11-20.
Ibrahim, M.M. dan Saela, P. 2019. Studi Perancangan Campuran Beton Menggunakan Abu Batu sebagai Agregat Halus. Jurnal Teknik Sipil Insititud Teknologi Nasional. 5,3: 108-117.
Majid. 2001. Kajian Kuat Desak beton dengan Menggunakan Trass Alam sebagai Bahan Subsitusi Semen (Cemen Replacment). Tugas Akhir. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammdyah Yogyakarta.
Martanti, A. 2005 “Pengaruh kandungan Lumpur Terhadap Kuat Desak Beton. “ Jurnal Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Islam Indonesia Jogjakarta
Murdock, L. J. dan Brook, K.M. 1999. Bahan dan Praktek Beton. Erlangga, Jakarta
Mulyono, T., 2004, Teknologi Beton, Cv. Andi. Yogyakarta
Prayogo, M., & Kurniawan, T. Pengaruh Heterogenitas Agregat Kasar Terhadap Campuran Beton “ The Influence Of Coarse Aggregate Heterogeneity To Concrete Mixture”. Diss.F. Teknik Undip 2007
Nawy, E. G. 2002. Struktur Beton: Tegangan dan Deformasi. Jurnal Teknik Sipil Kanada 29.4. 633-643.
Published
2026-06-23