ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN PERANCAH KAYU BULAT DENGAN SCAFFOLDING UNTUK PELAT LANTAI DAN BALOK PADA BANGUNAN BERTINGKAT
Abstract
Perancah adalah konstruksi sementara yang menyangga beban dan memberi kekuatan serta kestabilan pada bekisting. Perancah memiliki peranan penting terhadap hasil akhir pekerjaan konstruksi bangunan. Berdasarkan sifatnya, perancah terbagi dua, yaitu perancah kayu bulat dan scaffolding. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui besar perbandingan biaya dan waktu penggunaan perancah kayu bulat dengan scaffolding untuk pelat lantai dan balok pada bangunan bertingkat. Metode yang digunakan dalam menghitung biaya dan waktu pada pekerjaan perancah kayu bulat dan scaffolding adalah analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) 2016. Lokasi dan tempat pengambilan data untuk kebutuhan penelitian ini dilakukan di Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) Padangsidimpuan, dengan data yang dikumpulkan berupa gambar kerja, daftar upah, dan daftar harga bahan. Dari hasil analisa data yang dilakukan, didapat kesimpulan bahwa biaya yang diperlukan untuk pemasangan perancah kayu bulat sebesar Rp. 324.707.832,00 dan scaffolding sebesar Rp. 315.019.128,00. Sedangkan selisih perbandingan biaya antara perancah kayu bulat dengan scaffolding yaitu 3% sebesar Rp. 9.688.704,00. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan perancah kayu bulat selama 105 hari dan scaffolding selama 105 hari dengan jumlah tukang antara kedua perancah sama yaitu 10 orang. Waktu pengerjaan perancah kayu bulat dan scaffolding dihitung dengan menggunakan AHSP dengan satuan OH
References
Anonim. (2016). Analisa Harga Satuan Pekerjaan Umum. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat. Jakarta.
Anonim. (2024). Harga Satuan Pokok Kegiatan. Dinas Pekerjaan Umum. Kota Padangsidimpuan.
Astina, I.N. (2015). Value Engineering antara Perancah Konvensional dengan Scaffolding pada Proyek Konstruksi. Jurnal Teknik Sipil Untang Surabaya: garuda.kemendikbud., 8 (1), 49-62.
Frick, H., & Pujo, L.S. (2002). Ilmu Konstruksi Perlengkapan Dan Utilitas Bangunan, Seri Konstruksi Arsitektur 4. Yogyakarta: Kanisius.
Husen, A. (2010). Manajemen Proyek, Perencanaan, Penjadwalan, dan Pengendalian Proyek. Yogyakarta: Andi .
Ibrahim, B. (1993). Rencana dan Estimate Real of Cost. Jakarta.
Pasande, F.L.B. (2024). Analisis Perbandingan Penggunaan Perancah Bambu dan Scaffolding dalam Perbedaan Waktu dan Biaya. (Tugas Akhir). https://id.scribd.com
Soeharto, I. (1997). Manajemen Proyek. Jakarta: Erlangga.
Widiantoro, O. (2017). Rencana Anggaran Biaya (Contruction Cost Estimate). (Buku Ajar Universitas Negeri Surabaya). Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai: https://staff.universitaspahlawan.ac.id
Zahrona., Rambe, M.R., & Pakpahan, A. (2024). Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Pelaksanaan Perancah Kayu (Konvensional) dan Perancah Besi (Scaffolding). Jurnal Teknik Sipil: Universitas Graha Nusantara, 7 (1), 1-15.
MENU UTAMA
