ANALISIS KUALITAS TROTOAR DALAM MENINGKATKAN KENYAMANAN BAGI PEJALAN KAKI DI KAWASAN RUAS JALAN SISINGAMANGARAJA KOTA PADANGSIDIMPUAN
Abstract
Perkembangan perkotaan yang pesat mengakibatkan peningkatan volume lalu lintas kendaraan bermotor, namun seringkali tidak diimbangi dengan penyediaan infrastruktur pedestrian yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik trotoar dan mengetahui persepsi kenyamanan pejalan kaki terhadap trotoar di Ruas Jalan Sisingamangaraja Kota Padangsidimpuan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan survei lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 54 responden pengguna trotoar. Pengukuran kondisi fisik trotoar dilakukan pada segmen sepanjang ± 1 km yang dibagi menjadi tiga titik pengamatan (Titik A, B, dan C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi trotoar di Jalan Sisingamangaraja belum memenuhi standar yang ditetapkan. Tinggi trotoar bervariasi antara 6-9 cm, tidak sesuai dengan standar minimal 10-15 cm. Permukaan trotoar banyak yang tidak rata dan berlubang. Terdapat penggunaan trotoar yang tidak sesuai fungsi seperti untuk berjualan dan parkir kendaraan yang mengganggu sirkulasi pejalan kaki. Berdasarkan hasil kuesioner, persepsi kenyamanan pejalan kaki menunjukkan tingkat kenyamanan sebesar 55,56% dan tingkat kepuasan terhadap fasilitas pendukung sebesar 59,26%. Sebanyak 83,33% responden menyatakan perlunya peningkatan efektivitas trotoar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengelolaan yang lebih baik, penertiban penggunaan trotoar, serta peningkatan kualitas fisik dan fasilitas pendukung untuk menciptakan kenyamanan bagi pejalan kaki.
References
Altman, I., & Low, S. M. (1992). Place Attachment. New York: Plenum Press.
Badan Standardisasi Nasional (BSN) & Direktorat Jenderal Bina Marga. (1990). Pedoman Teknis Perencanaan Trotoar. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
Direktorat Jenderal Bina Marga. (1995). Pedoman Teknis Fasilitas Pejalan Kaki No. 011/T/Bt/1995. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
Direktorat Jenderal Bina Marga. (1999). Pedoman Perencanaan Jalur Pejalan Kaki pada Jalan Umum No. 032/T/BM/1999. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.Fruin, J. J. (1971). Pedestrian Planning and
Design. New York: Metropolitan Association of Urban Designers and Environmental Planners.
Gehl, J. (2010). Cities for People. Washington, DC: Island Press.
Hulu, Y. (2022). Dinamika Perkembangan Perkotaan dan Infrastruktur Publik. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 18(2), 145-156.
Jacobs, J. (1961). The Death and Life of Great American Cities. New York: Random House.
Kerlinger, F. N., & Lee, H. B. (2000). Foundations of Behavioral Research (4th ed.). Fort Worth: Harcourt College Publishers.
Korlantas Polri. (2023). Data Kecelakaan Lalu Lintas Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Kustiwan, I., & Ramadhan, A. (2019). Analisis Walkability di Kota Menengah Indonesia: Studi Kasus Kota Bandung. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 30(1), 45-62.
Mehta, V. (2008). Walkable Streets: Pedestrian Behavior, Perceptions and Attitudes. Journal of Urbanism: International Research on Placemaking and Urban Sustainability, 1(3), 217-245.
Menteri Pekerjaan Umum. (2014). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 03/PRT/M/2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.Newman, O. (1972). Defensible Space: Crime Prevention Through Urban Design. New York: Macmillan.
Rahman, A. (2022). Kualitas Trotoar dan Dampaknya terhadap Kehidupan Urban. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 24(1), 78-92.
Rahmawati, D., & Soelistyo, H. (2021). Pendekatan Partisipatif dalam Perencanaan Trotoar di Kota Malang. Jurnal Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Kota, 15(2), 112-128.
Sari, R. P., & Kusuma, H. E. (2020). Pengalaman Perempuan dalam Menggunakan Trotoar di Kota Yogyakarta: Perspektif Feminist Geography. Jurnal Studi Gender dan Anak, 7(1), 34-51.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutandi, A. C. (2007). Evaluasi Kinerja Trotoar di DKI Jakarta: Perspektif Pengguna. Jurnal Transportasi, 7(2), 89-104.
Widyastuti, H., Santoso, E. B., & Sulistio, H. (2017). Phenomenological Approach terhadap Pengalaman Pejalan Kaki di Kota Surabaya. Jurnal Teknik ITS, 6(2), C234-C239.
MENU UTAMA
