ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KULIT BAMBU TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Abstract
Penggunaan serat kulit bambu dalam campuran beton merupakan salah satu inovasi untuk menghasilkan beton yang lebih ramah lingkungan. Serat kulit bambu dipilih karena berasal dari bahan alami yang mudah diperoleh dan dapat diperbarui, sehingga mendukung konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton yang dihasilkan dari penambahan serat kulit bambu sebagai pengganti sebagian agregat halus pada umur 28 hari dengan variasi 2,50 % dan 5,00 %, serta membandingkan hasil kuat tekan beton dengan beton normal tanpa penambahan serat kulit bambu. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat kulit bambu terhadap kuat tekan beton, apakah dapat meningkatkan atau justru menurunkan kekuatan beton yang dihasilkan, sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam penerapan serat kulit bambu pada campuran beton di lapangan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penambahan serat kulit bambu sebagai pengganti sebagian agregat halus pada beton menghasilkan kuat tekan yang lebih rendah dibanding beton normal. Pada umur 28 hari, kuat tekan beton dengan variasi 2,50 % adalah 8,27 N/mm² dan variasi 5,00 % adalah 7,10 N/mm², sedangkan beton normal mencapai 10,00 N/mm². Perbandingan penurunan kuat tekan pada variasi 2,50% sebesar 17,30 % dan variasi 5,00 % sebesar 29,00 % dibanding beton normal. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan serat kulit bambu belum memberikan hasil yang baik, karena semakin tinggi persentasenya maka semakin besar penurunan kuat tekan beton yang terjadi.
References
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (1990). SNI 03-1968-1990: Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Agregat Kasar. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (1990). SNI 03-1971-1990: Metode Pengujian Kadar Air Agregat. Jakarta: BSN.
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (1997). SNI 03-4428-1997: Metode Pengujian Kadar Lumpur pada Agregat Halus. Jakarta: BSN.
Hadi, S. (2023). Pengaruh Penambahan Bahan Tambah terhadap Workability Beton. Jurnal Teknologi Beton, 15(3), 112-120.
Hadi, S. (2023). Efektivitas Curing Compound pada Beton Mutu Tinggi. Jurnal Teknologi Beton, 15(3), 112-120.
H.S. Nasution (2023), Analisa Pengaruh Penambahan Potongan Bambu (Betung) Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Beton, Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan.
J. Adhijoso Tjondro, 2010. “Studi Eksperimental Pengaruh Serat Kulit Bambu Terhadap Sifat-Sifat Mekanis Campuran beton”. Jurusan Teknik Sipil, fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan Bandung.
Nugroho, S., & Pratama, R. (2019). Pengaruh Penambahan Serat Kulit Bambu terhadap Kuat Tarik dan Ketahanan Retak Beton. Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan, 14(1), 23-30.
Nugroho, A., & Pratama, B. (2019). Pemanfaatan Geotextile dalam Perawatan Beton. Jurnal Ilmu Teknik dan Rekayasa, 8(2), 78-85.
Purnomo, H., Rahardjo, P., & Susanto, T. (2019). Perencanaan Campuran Beton Normal dengan Metode SNI. Jurnal Teknik Sipil, 12(2), 45-56.
Purnomo, H., Rahardjo, P., & Susanto, T. (2019). Pengaruh Workability terhadap Kinerja Beton Segar. Jurnal Teknik Sipil, 12(2), 45-56.
Purnomo, H., Rahardjo, P., & Susanto, T. (2019). Pengaruh Perawatan Beton terhadap Kuat Tekan dan Durabilitas. Jurnal Teknik Sipil, 12(2), 45-56.
Purnomo, H., Suryanto, B., & Wibowo, A. (2019). Studi Eksperimental Kuat Tekan Beton Normal dengan Variasi Campuran. Jurnal Teknik Sipil, 15(2), 123-130.
Rahardjo, P., & Susanto, T. (2018). Pengaruh Gradasi Agregat terhadap Kuat Tekan Beton. Jurnal Rekayasa Sipil, 10(1), 23-34.
Rahardjo, P., & Susanto, T. (2018). Analisis Workability Beton dengan Variasi FAS dan Gradasi Agregat. Jurnal Rekayasa Sipil, 10(1), 23-34.
Rahardjo, P., & Susanto, T. (2018). Analisis Metode Curing terhadap Kinerja Beton. Jurnal Rekayasa Sipil, 10(1), 23-34.
S. Hadi, 2023. “Pengaruh Penambahan Serat Kulit Bambu Petung Terhadap Kuat Tekan Beton”. Bidang Studi Teknik Sipil Fakultas Teknil Universitas Al-Azhar Mataram.
SNI 03-1973-2008: Metode Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus.
SNI 03-1972-1990. Metode Pengujian Slump Beton. Badan Standardisasi Nasional (BSN), Jakarta.
Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-3449-2002. Beton Ringan. Badan Standardisasi Nasional, 2002.
Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-1972-1990. Metode Pengujian Slump Beton. Badan Standardisasi Nasional, 1990.
Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-6848-2002, "Persyaratan Air untuk Campuran Beton", Badan Standardisasi Nasional, 2002.
Tri Mulyono. (2004). Teknologi Beton. Dari Teori Ke Praktek LPP-UNJ. Jakarta. Depertemen Pekerjaan Umum. Tata Cara Rencana Pembuatan Campuran Beton Ringan Dengan Agregat Ringan. SNI 03-3449-2002. Bandung.
MENU UTAMA
